BICARA PANCASILA. Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jateng dalam kegiatan Penguatan dan Pengembangan Ideologi Pancasila dengan maksud mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat, di Ruang Aula KPU Kota Pekalongan, Jumat (29/10/2021). (foto soni dinata)
PEKALONGAN – Badan Kesbangpol Provinsi Jateng dan Kota Pekalongan bersinergi menggelar kegiatan Penguatan dan Pengembangan Ideologi Pancasila dengan maksud mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat, di Ruang Aula KPU Kota Pekalongan, Jumat (29/10/2021). Tema yang diambil dalam kegiatan itu yakni ‘Merawat Kebhinekaan Menjaga NKRI.’
Mengawali sambutan, Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Badan Kesbangpol Provinsi Jateng Agung Satrio Prakosa mengatakan Pancasila sebagai filsafat/ ideologi bangsa dan negara Indonesia terbentuk melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah. Pancasila diangkat dari nilai nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan, dan nilai-nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat.
“Pancasila lahir dari ideologi keagamaan, politik, dan sosial. Para pendiri bangsa mampu melihat ke depan ketika kemajemukan, perbedaan, dan pluralitas harus dilihat sebagai kekuatan perekat, bukan unsur pemecah belah. Dalam kandungan Pancasila, perbedaan dan pluralitas adalah kekuatan yang menyatukan,” jelasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman yang hadir sebagai keynote speker juga mengingatkan terkait penguatan ideologi Pancasila sebagai identitas bangsa untuk generasi muda. Hal itu dirasa penting untuk menghindarkan pemahaman radikalisme, solidaritas nilai-nilai kebangsaan sebagai kekuatan, dan penguatan sejarah perjuangan kebangsaan untuk pembentukan karakter generasi muda yang unggul.

Mengenai penguatan sejarah perjuangan kebangsaan untuk pembentukan karakter generasi muda yang unggul, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh menekankan solidaritas, sikap nasionalis, dan patriotisme sangat penting untuk menghindari multi dimensi. “Terlebih, saat ini baru saja kita sama-sama memperingati Sumpah Pemuda, momentum dimana kita saat ini bangkit, tumbuh, dan bersatu untuk menangkal radikalisme demi kesatuan NKRI,” ujar Saleh.

Sementara dalam materi paparan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Fuad Hidayat, disampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila masih sangat releven untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Nilai-nilai dalam Pancasila itu memberikan landasan berpikir dan bertindak dengan memiliki empati dan tanggung jawab bersama.
“Terlebih, saat ini era digital sosial media yang bisa membentuk politik identitas. Persatuan dan kesatuan, gotong royong dan solidaritas dari semua elemen masyarakat untuk saling membantu, berbagi dan berkolaborasi tanpa melihat ras, suku, dan agama harus tetap kita jalin untuk menangkal radikalisme,” kata Fuad.

Sementara, Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi Jateng Irna Setyowati mengatakan pemerintah perlu melakukan penguatan komunikasi dan manajemen konflik sekaligus mengatur dan memanfaatkan SDM dalam penyelesaian konflik, jika terdapat perubahan prilaku sosial di masyarakat. Manajemen konflik itu merupakan upaya untuk stabilitas di daerah.
“Pemerintah wajib meredam situasi konflik dengan cara menampung dan melaksanakan program aspirasi masyarakat, program perdamaian di wilayah potensi konflik, dialog antar masyarakat secara positif, menjalin kemitraan antara aparat dan kelompok masyarakat,” kata Irna. (soni/ariel)








