DIALOG DEWAN. Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama Sukirno, Sri Marnyuni, dan M. Chamim Irfani dalam dialog di Radio Slenk 92.5 FM Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/10/2021). (foto antonius george)
SUKOHARJO – Dalam dialog di Radio Slenk 92.5 FM Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/10/2021), peringatan Sumpah Pemuda menjadi topik utama yang dibahas Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri. Saat berdialog, ia mengatakan selama ini kaum muda sudah terbukti membuat perubahan dalam kehidupan bernegara.

Dalam kondisi sekarang, kaum muda tetap diharapkan mampu menggerakkan masyarakat agar bisa bangkit dari pandemi. Untuk itu, tingkat kesadaran kaum muda tersebut harus diasah sehingga mereka mampu terus berkreasi di era digital ini guna membangkitkan perekonomian.
“Memang kaum muda butuh digerakkan agar semangat Sumpah Pemuda selalu ada. Dengan begitu, masyarakat pun bisa mencontoh kreasi yang diciptakan kaum muda tersebut dalam pertumbuhan ekonomi. Faktor lingkungan dan keluarga sangat menentukan semangat kaum muda membuat perubahan positif di masyarakat,” katanya, didampingi Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Sukirno, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sri Marnyuni, dan Sekretaris Komisi D DPRD M. Chamim Irfani.

Sementara, Sukirno mengatakan masyarakat khususnya kaum muda harus tetap berusaha bangkit dengan memahami kondisi lingkungan. Pandemi ini, diakui, membuat kehidupan terperosok.
“Namun, jika kita mengingat semangat pemuda pada zaman dahulu, mereka tetap berupaya bersatu di tengah penjajahan. Persoalannya, harus ada yang menggerakkan pemuda agar segera bangkit. Jika ada semangat berkorban dalam diri sendiri, maka semangat Sumpah Pemuda sudah ada di setiap orang,” kata Sukirno yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sri Marnyuni juga mengatakan generasi muda merupakan agent of change sehingga perlu terus digerakkan, meski saat ini masih dalam kondisi pandemi. Hal itu dapat dilakukan kaum muda dengan terlibat dalam penanganan Covid-19.
Bahkan, kaum muda juga bisa menjadi agent of development yang mampu membuat perubahan dalam Revolusi Industri 4.0. Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, kaum muda dituntut bekerja dengan pemanfaatan teknologi untuk perkembangan lingkungan sekitar.
“Jadi, kaum muda bisa terlibat dalam pembangunan daerah dengan membuka usaha yang memanfaatkan teknologi bagi masyarakat. Sehingga, angka kemiskinan dan pengangguran dapat diminimalisir di tengah kondisi pandemi ini. Dari situ, kaum muda otomatis menjadi agent of solution yakni mampu mensejahterakan keluarga dan masyarakat,” kata Sri.

Senada, M. Chamim Irfani mengatakan keterlibatan kaum muda dalam pembangunan daerah sangat diperlukan. Hal itu mengingat program yang diluncurkan pemerintah sudah sangat banyak sehingga membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat, termasuk kaum muda. (ariel/priyanto)








