KUNJUNGI OBJEK : Gus Fadlun berkunjung ke Kahyangan Skyline ditemui manajer Rani Agatha.(foto: Jos Reynaldi)
WONOSOBO – Pondok pesantren merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam tradisional dengan para siswa/siswi tinggal Bersama dan belajar dibawah bimbingan guru (kiai). Umumnya pengajaran agama diajarkan ilmu agama berdasarkan kitab-kitab dalam Bahasa Arab yang ditulis oleh ulama abad pertengahan.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Jateng Akhmad Fadlun di sesela kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Fatkhul Muin Ali Masykur Jl Dieng No 19, Kebumen Lor, Bumirejo, Kec. Mojotengah, Wonosobo, Jumat (14/6/2024).
Gus Fadlun-sapaan akrabnya bercerita banyak mengenai konsep pendidikan di ponpes. “Di ponpes itu ada bebera sistem mengajar. Ada yang sorogan, bandongan. Artinya guru (kiai) mengajar, santrinya menyimak. Atau santri mengulas, guru mendengarkan kalau ada yang salah akan diluruskan,” ucap anggota Komisi E dalam program Dialog Proaktif.
Dalam pengajaran di ponpes banyak ragam. Ada yang diajarkan nahwu atau gramatikal Bahasa Arab, fikih, usul fikih, hadis, tafsir sampai tasawuf.
Menyinggung fasilitas, Fadlun menjelaskan untuk sekarang ini sudah banyak pondok pesantren yang memiliki fasilitas lengkap, salah satunya Pondok Pesantren Fatkhul Muin Ali Masykur, terdapat banyak fasilitas untuk mendukung pembelajaran formal dan informal.
“Selain dari fasilitas pendukung untuk pembelajaran formal dan keagamaan, disini juga memiliki fasilitas lain untuk pengembangan anak-anak diantaranya ada tempat olahraga serta kolam ikan untuk anak anak belajar berbudi daya” tegas Fadlun
Pengelola pesantren Gus Husni Maaruf menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Fatkhul Muin Ali Masykur setiap saat membuka pendaftaran bagi yang ingin belajar mengaji dan agama. “bagi pembelajaran MI, MTs (SMP),MA (SMA) dibuka pendaftarannya sesuai jadwal pendaftaran umum” pungkasnya

Selanjutnya, Gus Fadlun beranjak dari pondok pesantren, melanjutkan langkahnya untuk bertolak menuju Kahyangan Skyline. Tempat tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Wonosobo. Melewati perjalanan yang menanjak khas pegunungan terbayar lunas dengan pemandangan indah yang memanjakan mata.
“Ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat banyak diminati oleh wisatawan, kalau weekend di sini tercatat bisa mencapai 3.000 orang per harinya” ungkap Fadlun

Bersama dengan Rani Agatha selaku Manager Kahyangan Skyline, Gus Fadlun mengungkapkan alasan Kahyangan Skyline menjadi salah satu objek wisata unggulan dikarenakan adanya inovasi yang terus dikembangkan. Sependapat dengan pernyataan tersebut Rani Agatha menjelaskan inovasi yang telah dilakukan oleh pihaknya.
menutup perjalanannya pada hari itu Gus Fadlun mengajak masyarakat untuk berkunjung ke objek-objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Wosonoso. “Mari manjakan mata dan jiwa raga kita untuk menikmati keindahan alam yang ada di Wonosobo ini, lepaskan hiruk pikuk perkotaan sejenak, datang ke Wonosobo, nikmati pesona alamnya” tutup Gus Fadlun.(jos/priyanto)








