TINJAU GERAI. Komisi E meninjau gerai milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng di Jogja Expo Center (JEC), Slema saat mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK, Selasa (9/7/2019).(Foto: Setyo Herlambang)
YOGYAKARTA – Lembaga pendidikan di Jawa Tengah tengah berbangga karena dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), SMK 2 Surakarta dan SMK 3 Magelang menjadi wakil provinsi untuk maju mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Yogyakarta.
Siswa dari kedua SMK itu akan bersaing dengan perwakilan-perwakilan dari 34 provinsi. Lomba kali ini mengusung tema “Kompeten Menyongsong Revolusi Industri 4.0”.

Pada Selasa (9/7/2019), rombongan Komisi E DPRD Jateng melihat langsung pelaksanaan lomba yang dipusatkan di Jogja Expo Center (JEC). Mereka mendatangi langsung stand milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. Sekretaris Komisi E, Abdul Hamid di sela-sela kunjungan berharap siswa SMK dapat meningkatkan produk industri kreatif mengingat kreativitas siswa sangat diuji dalam lomba tersebut.
“Ini tentunya sangat membanggakan karena para siswa dapat menampilkan produk unggulannya. Setiap daerah membawa dan menampilkan berbagai macam inovasi produk industri kreatif yang punya daya saing di bidang industri. Semua dari berbagai macam produk dipamerkan mulai dari industri rumahan sampai pabrikan untuk menguji kreativitasnya,” ujar legislator F PKB itu.

Dia juga menambahkan ajang ini sebagai dorongan bagi para siswa SMK yang ada di Jateng. Merupakan dorongan dalam pendidikan vokasi untuk menciptakan inovasi yang sangat berguna dalam bidang industri.
“Ini adalah bentuk dan dorongan bagi siswa yang ada di Jateng untuk lebih meningkatkan kreasi dan inovasi dalam menciptakan berbagai industri kreatif. Tentunya dengan ajang LKS ini mendorong pendidikan vokasi untuk berinovasi dengan berbagai macam produk yang bisa dinikmati semua segmen masyarakat,” tambah dia.
Selaku koordinator perwakilan Jawa Tengah dan staff Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Frans Kurniawan menjelaskan, semula pihaknya cukup kesulitan untuk memilih perwakilan SMK yang ikut dalam ajang berkompeten ini. SMK 2 Surakarta dan SMK 3 Magelang dipilih selain lokasi yang terdekat juga mempunyai inovasi produk industri rumahan terbaik. Semua produk yang ditampilkan merupakan inovasi para siswa didampingi dengan guru.
“Mereka mengenalkan industri produk rumahan berupa kain batik tenun, kerajinan khas daerah Jateng, berbagai macam olahan pangan, kerajinan keset dari bahan daur ulang dan pakaian batik dengan model milenial,” papar dia.(tyo/priyanto)







