RAPAT RKPD. Komisi E DPRD Provinsi Jateng saat rapat RKPD, Selasa (14/9/2021), dengan sejumlah OPD. (foto azam hanif adin)
GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat rencana kerja perangkat daerah (RKPD), Selasa (14/9/2021), Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendorong adanya penganggaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Komidi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid saat mengawali rapat tersebut.
Pandemi Covid 19 menjadi sebuah perhatian bersama untuk cermat dalam penganggaran APBD. Hamid mencontohkan, dalam sektor pendidikan, tidak hanya berbicara terkait dengan rencana penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) semata tapi juga soal skema, kurikulum, penyelenggara hingga sarana prasarana penunjangnya.
“Kita coba lihat bagaimana postur anggaran APBD Jateng untuk tahun 2022 besok, bagaimana itu bisa mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Paling simple Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jateng, setelah Covid ini kita merosot,” kata Politikus PKB itu.

Selain terkait dengan Pendidikan Formal, ia juga menambahkan pentingnya pendidikan non formal seperti pendampingan untuk pemuda. Pelatihan untuk perempuan hingga pengelolaan dan pembinaan di Dinas Sosial.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Joko Purnomo menambahkan, guna membangun Sumber Daya Manusia yang lebih baik, perlu adanya niat serius dari Eksekutif. Salah satunya pada penyelenggaraan pendidikan, tidak hanya pada niatan untuk memberikan pendidikan yang merata tapi juga diikuti dengan perencanaan yang tepat.
“Niat kita baik untuk pendidikan yang merata, diawali dengan zonasi. Tetapi bagaimana dengan penunjangnya, fasilitasnya, SDMnya. Apakah itu sudah masuk dalam penganggaran tahun 2022?,” tanya Legislator PDI Perjuangan itu.
Joko menjelaskan bahwa, untuk menunjang pendidikan, perlu adanya anggaran untuk penyediaan dan perbaikan sarana pendidikan di ‘Sekolah non favorit.’ Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama.
Anggota Komisi E lainnya, Jasiman. berharap adanya sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dengan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain pelatihan kepada pemuda untuk berkembang, perlu kiranya stimulus dan pendampingan.
“Bentuk apresiasi kepada semangat pemuda adalah dengan memberikan panggung kepada mereka. Tidak hanya memperkenalkan panggungnya saja, tetapi bagaimana kita bisa memberikan panggung itu dan mendampingi mereka saat menggunakannya. Jadi, semangat untuk memunculkan inti plasma gerakan pemuda bisa kita temukan dengan realisasinya,” jelas legislator dari Fraksi PKS itu. (azam/ariel)








