JADI JURI : Ketua Komisi B Sri Hartini saat menjadi juri dalam lomba memasak ikan pada Pameran UMKM di halaman Kantor Gubernuran.(foto: choirul amin)
SEMARANG – DPRD Provinsi Jawa Tengah turut menyukseskan serangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah. Salah satu acara yang turut menyedot perhatian masyarakat adalah digelarnya pameran (ekspo) UMKM selama tiga hari mulai Rabu sampai Jumat (20-22/8/2025) di depan Kantor Gubernur dan Gedung Berlian, Kota Semarang.

Di sela-sela mengunjungi pameran, Ketua Komisi B Sri Hartini memberi apresiasi dengan kegiatan tersebut. Banyak nilai positif salah satunya mengangkat hasil usaha UMKM serta mendorong masyarakat untuk membeli produk-produk usaha kecil.
“Rangkaian kegiatannya ada tiga kabupaten dan kota, Upacara hari jadi di Batang, pagelaran seni-budaya di Jepara, dan kali ini pameran/expo UMKM Jateng dan kuliner di Semarang yang dibuka langsung oleh Pak Sekda tadi. Pameran atau ekspo UMKM ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng,” kata politikus Partai Gerindra usai pembukaan pameran yang dihadiri langsung Sekda Sumarno, Ketua TP PKK Jateng Nawal Nur Arafah Yasin.

Pada pameran kali ini bertujuan untuk mengangkat potensi yang ada di Jateng, termasuk produk-produk usaha kecil mikro (UMKM) lokal agar lebih dikenal masyarakat. Salah satunya adalah produk susu kurma “Qymlicous” dari warga Pedurungan, Kota Semarang. Selain itu, ada perlombaan memasak dengan bahan pokok ikan di tengah-tengah acara.
“Sangat bagus, selain untuk pengenalan produk umkm jateng, kali ini ada lomba memasak dengan bahan pokok ikan. Hal ini sangat bagus karena mendorong masyarakat untuk gemar makan ikan dan juga dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional yaitu dengan makan produk lokal yaitu makan ikan,” tambah Sri Hartini yang turut ditunjuk menjadi juri lomba memasak ikan.

Swasembada pangan merupakan tujuan utama pemerintah Indonesia dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan-kebijakn strategis mencakup aspek produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga pangan. “Kita semua harus saling bekerja sama antara Pemerintah, stakeholder, BUMN dan BUMD untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan,” tutupnya.(amin/priyanto)








