LIHAT CORAK: Agung Satria sedang melihat corak bersama anak-anak yang sedang berada di Museum Batik Pekalongan.(foto: azhar alhadi)
PEKALONGAN – Sebagai putra daerah, Agung Satria serius memperhatikan perkembangan batik Pekalongan. Selama ini usaha batik mengalami fase naik turun. Namun demikian, usaha tersebut masih banyak digeluti oleh masyarakat terutama dari kalangan usaha menengah. Dalam program Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah, Agung Satria berkesempatan melihat langsung sentra kerajinan batik di Kabupaten Pekalongan.

Ia mengungkapkan usaha batik di Pekalongan memiliki sejarah yang terentang panjang di Tanah Air. Secara turun temurun teknik membatik telah diajarkan kepada anak cucu hingga sekarang. Baginya batik Pekalongan memiliki corak dan karakter tersendiri. Wilayah pesisiran mendominasi unsur batik itu.
“Warna batik Pekalongan biasanya identik dengan cerah di setiap lembar kainnya. Coba dilihat pada lembar batik, ada unsur warna merah muda, biru, hijau, kuning, dan jingga,” ucapnya.
Dalam acara itu pula, Agung lantas mengajak ke Museum Batik. Di tempat itu, ia ingin memperlihatkan aneka warna batik Pekalongan yang menjadi testimoninya tersebut. Tak hanya warna, kata dia, corak batiknya pun diambil dari kekhasan daerah yakni flora dan fauna.
Sebagai anggota DPRD Jateng, Agung mengapresiasi pendirian museum batik di Kota Pekalongan yang dibangun oleh pemerintah daerah setempat. Museum yang keberadaanya tepat di depan Alun-alun 0 km Kota Pekalongan tersebut harus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat.
Selain mengunjungi museum Batik Pekalongan, dalam kegiatan tersebut, Agung Satria juga mengunjungi Pagelaran Seni Wayang Kulit di Kantor Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Dalam acara itu turut hadir anggota Komisi XI DPR RI Prof Dr Hendrawan Supratikno bersama Kantor Perwakilan Wilayah (KPwBI) Tegal yang diwakili Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Tegal, Teguh Triyono.

Kegiatan yang menghadirkan Dalang Ki Sigit Wardoyo dengan lakon “Semar Maneges” ini mampu menyedot ratusan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Agung Satria mengungkapkan jika seni budaya terbukti ampuh sebagai sarana pemersatu bangsa.
“ Kegiatan Wayang Kulit ini kembali membuktikan jika Kebudayaan merupakan sarana pemersatu bangsa sehingga harus terus dilestarikan,” ujar Agung.(azhar/priyanto)








