• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Rabu, 18 Maret 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

MEDIA TRADISIONAL: Berkesenian Terbang Kencer Tak Berarti Kampungan

29/10/2022
in BERITA, SOSIALISASI
MEDIA TRADISIONAL: Berkesenian Terbang Kencer Tak Berarti Kampungan

OBROLAN KESENIAN: Anggota DPRD Jateng Masfui Masduki mengobrolkan kesenian terbang kencer di Aula SMK Farmasi Al-Aamin, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.(foto: mentaripagi)

SLAWI – Kesenian terbang kencer tersohor di pesisir Jawa Tengah. Biasanya kesenian itu manggung pada acara-acara tertentu seperti peresmian, akikah, termasuk pada bulan Mulud (Mulid Nabi).

Pada pergelaran Dialog Kebudayaan dan Media Tradisional DPRD Provinsi Jawa Tengah di Aula SMK Farmasi Al-Aamin, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Sabtu (29/10/2022), turut disajikan kesenian terbang kencer. Bertindak sebagai narasumber dalam dialog itu anggota DPRD Jateng Masfui Masduki, Moh Solakhudin (pengiat seni), dan Moh Musa (pengamat budaya).

Sebagai wakil rakyat, Masfui mengapresiasi pengembangan kesenian rakyat ini. Meski terbang kencer merupakan seni khas Melayu, namun bila dicermati pengembangannya banyak muncul di Pantura Jawa. Tidak sedikit di daerah-daerah sampai desa-desa bermunculan kelompok kesenian terbang kencer.  

“Kami di DPRD Jateng mendukung setiap upaya pengembangan keseniaan budaya lokal, serta melestarikan kesenian tradisional agar mendorong generasi muda mengenal seni tradisional, dan menjadikan aset potensi wisata daerah,” ucap anggota Komisi D.

Solakhudin turut menjelaskan, kesenian kencer merupakan perpaduan antara Jawa dan Arab. Beriramakan gambus, dangdut, Melayu. Untuk menjadi pemain terbang kencer selain harus berani kerja keras, keseriusan, dan tidak berputus asa, serta ada bakat seni.

“Juga yang tidak kalah pentinga adalah tidak mempunyai rasa malu, sebagaimana yang dikemukakan oleh salah seorang yang prihatin tentang keberadaan terbang kencer karena generasi muda enggan untuk mempelajarinya, dianggap kuno, kampungan,” selorohnya.

Moh Musa menambahkan, pemain terbang kencer berjumlah empat orang. Merupakan kesenian yang bernafaskan Islam. Hal irtu tercermin dari kostum dan lagu-lagu yang dilantunkan. Biasanya bersumber pada Kitab Barzanji.(mentari/priyanto)

Tags: DPRD JatengJateng Gayengkomisi d
Previous Post

MEDIA TRADISIONAL: Eksistensi Wayang Wajib Dijaga

Next Post

SOSIALISASI NON-PERDA: Pentingnya Jejaring Desa Wisata

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

LEBARAN 2026: Ada 16 Pos Terpadu & Layanan Inovatif di Sragen
BERITA

LEBARAN 2026: Ada 16 Pos Terpadu & Layanan Inovatif di Sragen

16/03/2026
LEBARAN 2026, Warga Jateng Naik 325 Bus Mudik Gratis
BERITA

LEBARAN 2026, Warga Jateng Naik 325 Bus Mudik Gratis

16/03/2026
Perlu, Perlindungan bagi Tenaga Kerja Informal
BERITA

Perlu, Perlindungan bagi Tenaga Kerja Informal

12/03/2026
Bank Jateng Syariah Perlu Perkuat Ekosistem Industri Halal
BERITA

Bank Jateng Syariah Perlu Perkuat Ekosistem Industri Halal

12/03/2026
Persiapan Seleksi KIP, Komisi A Diskusi Bersama Dinas Kominfo DIY
BERITA

Persiapan Seleksi KIP, Komisi A Diskusi Bersama Dinas Kominfo DIY

12/03/2026
Pentingnya Pengelolaan Jalan yang Lebih Terstandar & Berkelanjutan
BERITA

Pentingnya Pengelolaan Jalan yang Lebih Terstandar & Berkelanjutan

12/03/2026
Next Post
SOSIALISASI NON-PERDA: Pentingnya Jejaring Desa Wisata

SOSIALISASI NON-PERDA: Pentingnya Jejaring Desa Wisata

MEDIA TRADISIONAL: Wayang Telah Menjadi Identitas Nasional

MEDIA TRADISIONAL: Wayang Telah Menjadi Identitas Nasional

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah