DENGARKAN PAPARAN : Komisi C mendengarkan paparan dari Kepala UPPD Wonogiri Agus Riyadi dalam capaian pendapatan di kantor setempat.(foto: priyanto)
WONOGIRI – Kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk menaikkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Aparatur PNS dituntut bisa menjawab tantangan ini. Penegasan tersebut disampaikan anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah M Zaenudin di hadapan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Mardiono Saputro dan Kepala UPPD Wonogiri Agus Riyadi, Jumat (11/6/2020).

Komisi C sedang melakukan penggalian informasi dan penguatan data mengenai pendapatan selama pandemi Covid-19 di Kantor Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) Wonogiri dipimpin Sekretaris M Henri Wicaksono.
Zaenudin mengungkapkan, PNS beserta aparaturnya tidak bisa duduk di belakang meja dengan hanya berkutat pada kegiatan rutinitas. Terlebih untuk OPD di sektor pendapatan seperti Bapenda harus kreatif dan inovatif untuk bisa meningkatkan pendapatan.
“Kalau bicara pandemi, lama-lama pendapatan jadi kurang. UPPD Wonogiri mampu menjawab tantangan ini,” ucapnya.

Dalam paparannya, Agus Riyadi mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir ini pihaknya dalam menarik pajak kendaraan bermotor melebihi target. Mulai dari 2016 sampai 2020, berturut-turut tidak pernah berkurang. Bahkan pada 2020 saja di saat pandemi Covid-19, penerimaan dari target Rp 104,5 miliar mampu mendapatkan Rp 105,7 miliar dengan persentase 101%.
“Kami optimis tahun ini penerimaan PKB melebihi target. Sampai Mei sudah terealisasi 34,2% atau Rp 41,3 miliar dari target Rp 120,8 miliar,” jelasnya.
Sektor lainnya masih terus digenjot untuk menarik pendapatan. Diantaranya seperti dari penerimaan bea balik nomor kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan, dan dari retribusi.
Selanjutnya, kata Agus, dengan pemetaan sektor untuk menarik pajak tersebut selanjutnya dibuat inovasi. Disebutkan, pihak UUPD Wonogiri harus mendatangi perusahaan yang memiliki kendaraan bermotor berpelat nomor luar Jawa Tengah; Kegiatan door to door untuk kendaraan yang terlambat jatuh tempo; layanan samsat siaga untuk pembayaran PKB di perusahaan-perusahaan yang memiliki jumlah tenaga kerja yang besar serta layanan jemput bola kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak dalam jumlah besar.
“Dengan cakupa wilayah di 25 kecamatan, terbagi tiga wilayah pelayanan kami bisa mengejar target pendapatan,” ucapnya.

Mendengar itu, anggota Komisi C Siti Rosyidah dan Mustolih memberikan apresiasi dengan pencapaian kerja keras tersebut. Mustolih menyatakan, Wonogiri dengan banyak warga yang merantau ternyata untuk sektor pajak memberikan nilai lebih untuk Jateng.(cahyo/priyanto)








