CAPAIAN JATENG. Bambang Kusriyanto bersama Prasetyo Aribowo saat membahas pencapaian Jateng dalam acara Penilaian PPD 2021 di Kantor Bappeda Provinsi Jateng, Jalan Pemuda Kota Semarang, Selasa (30/3/2021). (foto george raynaldy)
SEMARANG – Provinsi Jateng masuk menjadi nominator Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Untuk meraih kemenangan itu, Provinsi Jateng harus melalui tahapan penilaian yang dilakukan secara virtual oleh Bappenas, digelar di Kantor Bappeda, Jalan Pemuda Kota Semarang, Selasa (30/3/2021).
Dalam acara penilaian yang dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, Direktur Tata Ruang & Penanganan Bencana Kementerian PPN/ Bappenas Sumedi Andono Mulyo selaku moderator mengatakan bahwa penilaian PPD 2021 itu meliputi soal pencapaian, proses perencanaan pembangunan, dan inovasi daerah.
Untuk itu, ia meminta Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan pencapaian Provinsi Jateng dalam pembangunan daerah. Saat memberikan paparannya secara virtual, Ganjar mengaku sangat apresiatif karena Provinsi Jateng masuk dalam nominasi PPD 2021. Membahas soal inovasi yang dilakukan selama kondisi pandemi, ia menjelaskan bahwa pada 2019 lalu pihaknya sama sekali tidak berpikir adanya pandemi.
“Pada 2019 itu, kami mengumpulkan pokmas-pokmas (kelompok masyarakat) untuk masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Saat pandemi terjadi, kondisi itu sangat melemahkan semua sektor. Setelah itu, upaya refocusing dilakukan dan telah disepakati dengan DPRD. Kami merubah semua anggaran yang sudah terbentuk pada 2019 untuk penanganan pandemi,” jelasnya, yang didampingi secara fisik oleh Kepala Bappeda Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo di Kantor Bappeda.

Selama pandemi berlangsung, ia mengatakan bahwa penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga semata melainkan dari seluruh elemen masyarakat. Dari situ, kata dia, muncul ide untuk menggunakan kekuatan masyarakat melalui program Jogo Tonggo. Kemudian, program itu berjalan melalui tahapan hingga ke tingkat RT/RW karena dinilai langsung bersentuhan dengan masyarakat di wilayah pemukiman.
“Bahkan, untuk membeli bahan pokok, disarankan membeli di toko tetangga. Dengan begitu, masyarakat bisa saling menguatkan (secara ekonomi) di tengah pandemi,” ucapnya.
Setelah ada program Jogo Tonggo, lanjut dia, ada juga kegiatan Jogo Kyai-Jogo Santri, Jogo Kerjo, dan Jogo Sekolah. Sebenarnya, hal itu bukan merupakan cara baru karena sudah ada di masyarakat dan pemerintah hanya mendorongnya.
“Program Jogo Tonggo itu muncul justru karena ada keterbatasan anggaran sehingga mengandalkan kekuatan masyarakat. Kondisi pandemi tersebut juga sekaligus memacu kita untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif,” terangnya.

Usai penjelasan gubernur, Prasetyo Aribowo mempersilahkan Bambang Kusriyanto memberikan tanggapannya mengenai pembangunan di tengah pandemi di Provinsi Jateng, Dalam penyampaiannya, Bambang mengaku sependapat dengan kebijakan yang diluncurkan pemerintah pusat yakni realokasi atau refocusing anggaran daerah untuk penanganan pandemi Covid-19.
Termasuk, kata dia, melakukan refocusing anggaran dalam kegiatan kedewanan. Ia mengatakan DPRD bersedia meminimalisir kegiatan kunjungan dewan dan fokus membantu program yang dijalankan pemprov seperti Jogo Tonggo.
“Saat memberikan bantuan Jogo Tonggo, hal itu dilakukan ke semua rumah sakit dan masyarakat,” jelas Politikus PDI Perjuangan itu.

Soal anggaran pembangunan, lanjut Bambang, pada 2021 ini anggarannya dikembalikan tapi hanya setengahnya dari 2020 lalu. Ia menyadari DPRD tidak dapat memaksa pemprov untuk meningkatkan anggaran tersebut, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi.
“Kami siap mendukung dalam program pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.
Program Jogo Tonggo itu juga mendapat tanggapan secara virtual dari Mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz. Ia mengakui program tersebut mampu menggunakan kekuatan masyarakat. “Saya mengakui hal itu bisa dengan kekuatan masyarakat, meski upaya itu tidak mudah,” kata Ali Mufiz. (ariel/priyanto)









