JADI NARASUMBER : Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko menjadi narasumber tentang pengembangan UMKM.(foto: cahya depe)
UNGARAN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah, dituntut memiliki strategi dan menyesuaikan diri di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko dalam acara “Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Bagi Masyarakat” yang diselenggarakan Kesbangpol Jateng di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (8/3/2022). Dalam kesempatan itu turut menjadi narasumber lain Dyah Kartika, Atik Solikha, Ida Nurul Farida.

Dikatakan, UMKM merupakan salah satu unit usaha yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. UMKM juga merupakan salah satu penyokong perekonomian di Indonesia, khususnya pada masyarakat golongan bawah dan menengah. UMKM memiliki peran strategis dalam upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Karena UMKM dapat menyerap tenaga kerja, sehingga pengangguran akibat tidak terserapnya angkatan kerja dalam dunia kerja menjadi berkurang.
UMKM, lanjutnya, kurang memiliki ketahanan dan fleksibilitas dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini dikarenakan beberapa hal. Seperti tingkat digitalisasi yang masih rendah, kesulitan dalam mengakses teknologi, dan kurangnya pemahaman tentang strategi bertahan dalam bisnis.
Maka untuk itu, UMKM harus memiliki strategi untuk dapat bertahan di tengah pandemi ini dan dituntut dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang terjadi, termasuk perkembangan zaman. Sehingga dapat mengubah tantangan yang ada menjadi peluang.
Pihaknya juga mendorong pemerintah agar menguatkan program digitalisasi UMKM untuk menyelamatkan ekonomi Jateng dari krisis. Apalagi, katanya, potensi pertumbuhan UMKM Jateng masih sangat besar.
“Jika tidak segera berinovasi, dikhawatirkan potensi UMKM Jateng akan tergerus perkembangan zaman. Pelaku UMKM harus mampu mengikuti tren digital ini,” kata politikus Partai Gerindra ini.(cahyo/priyanto)








