BAHAS PELAYANAN. Komisi B DPRD Jateng saat berkunjung ke DPMPTSP Jatim, Jumat (1/11/2019), dalam rangka mencari data dan informasi terkait penanaman modal satu pintu. (foto dewi sekarsari)
SURABAYA – Komisi B DPRD Jateng berkunjung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim dalam rangka mencari data dan informasi terkait penanaman modal satu pintu di provinsi paling timur Pulau Jawa itu, Jumat (1/11/2019). Rombongan dewan diterima langsung oleh Sekretaris DPMPTSP Jatim Imam Hidayat bersama jajarannya.
Pada kesempatan itu, Imam menjelaskan bahwa di Jatim sendiri ingin mewujudkan keseimbangan pembangunan ekonomi, baik antar kelompok, antar sektor maupun antar wilayah. “Biasanya, kami memberikan informasi untuk membantu menghitung suatu prospek, membantu meringankan potensi peluang yang akan datang guna ditawarkan kepada para pengusaha. Jadi, kegiatan kami bersama kabupaten/ kota sudah menyatu,” terangnya.

Ia juga mengatakan kondisi itu semua tergantung bagaimana penindakan pelayanan yang mempengaruhi para investor untuk menyuntikkan dana. Ditambahkan, Jatim akan berusaha terus mempertahankan pabrik-pabrik yang sudah ada.
Terkait kesejahteraan, perlu kerja keras lagi untuk memberantas kemiskinan. Karena, di Jatim penduduknya banyak yang bergerak di sektor UMKM, maka berpengaruh pada UMK Jatim yang tinggi.
“kalau mengandalkan ekspor saja, mungkin keadaan ekonomi belum memungkinkan karena masih fokus di pelayanan tapi pada 2020 mendatang diusahakan semua signifikan. Karena, seluruh dinas mengandalkan DPMPTSP sebagai tulang punggung ke depan. Koordinasi yang kuat dengan kabupaten/ kota akan terus kami lakukan,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto mengaku sangat tertarik saat mendengar penjelasan dari Imam Hidayat tersebut. Ia berharap masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mampu meningkatkan kinerjanya supaya muncul keunggulan di Jateng maupun Jatim, yang bisa dipadukan sehingga bisa maju bersama.
“Menyerap lapangan kerja, menyerap pendapatan untuk kemajuan tiap provinsi. Namun, kini Jateng kalahnya dengan UMR (upah minimum regional). Tugasnya menaikkan UMR, maka Jateng dan Jatim bisa dijadikan partner,” kata Sumanto. (dewi/ariel)








