• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Minggu, 4 Januari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

MEDIA TRADISIONAL: Jaga Kesenian Khas Banyumas secara Konkret

11/06/2022
in BERITA, SOSIALISASI
MEDIA TRADISIONAL: Jaga Kesenian Khas Banyumas secara Konkret

DIALOG KESENIAN: Anggota Komisi A Asfirla Harisanto berdialog perihal kesenian khas Banyumas dengan tokoh dan seniman setempat.(foto: rahmat hidayat)

BANYUMAS – Kondisi berkebudayaan dan berkesenian saat ini kian tergerus digempur modernisasi teknologi. DPRD Jateng berupaya secara aktif mendorong para seniman bisa tetap mempertahankan, sekaligus untuk melestarikan seni dan tradisi daerah.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Jateng Asfirla Harisanto saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Media Tradisional Laras Budaya Nguri-uri Budaya Tradisional  bertema “Eling-eling, balio maning”di Pendapa Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Sabtu (11/6/2022).

“Saya sebenarnya sudah lama memiliki gagasan bersama para seniman di Banyumas untuk menggelar pertunjukkan kesenian tradisional dengan penampilan sesuatu yang berbeda, tentunya kemasan yang lebih baik, seperti panggung dan perlengkapan, lampu-lampu dan lainnya disesuaikan dengan kondisi sekarang,” ujar Bogi panggilan akrab politikus PDI Perjuangan itu.

Selanjutnya dia juga mengimbau agar kebiasaan-kebiasaan terkait upaya pelestarian budaya dan kesenian secara konkret bisa dimulai lagi . Misalnya memberikan kesempatan kesenian untuk ditampilkan dalam pembukaan acara-acara resmi maupun tidak resmi yang diselenggarakan oleh instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, untuk lebih menarik  minat terutama bagi kalangan muda,kesenian tradisional warisan leluhur ini dikembangkan dengan inovasi dan kreasi serta kemasan yang lebih baik hingga bisa seperti tata cahaya, tata panggung dan penggunaan teknologi  sehingga kesenian tradisi bisa tampil lebih berkesan dan fresh.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kesenian Banyumas Jarot C Setyoko menuturkan, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu banyak sektor perekonomian yang terdampak, tidak hanya pariwisata, perhotelan, industri, namun seni dan budaya, banyak seniman yang ikut terpuruk tidak memperoleh job pementasan.

Namun, lanjutnya, dengan melandainya pandemi saat ini dan adanya kelonggaran dari pemerintah diharapkan para seniman bisa bangkit kembali dan mengembangkan kreasinya, sekaligus mempertahankan kelestarian seni dan budaya daerah.

Bahkan, tutur Jarot, di Kabupaten Banyumas para seniman yang memiliki banyak kreasi, mulai menyambut positif, mereka sudah dapat menggelar pementasan, hingga job tanggapan sudah kembali mengalir.

“Semoga pandemi ini cepat berakhir, karena dampaknya mengakibatkan sektor perekonomian menjadi lesu, termasuk seni dan budaya. Namun, para seniman kini kembali berkreasi dengan mengemas pementasan maupun pagelaran kesenian yang lebih baik,” ujar Jarot.

Senada budayawan sekaligus Manajer Keroncong Iromo, Nurcholish mengatakan para seniman keroncong kini mulai penuh semangat untuk kembali pentas di panggung, Keroncong Iromo yang merupakan ciptaan Romo Suharto yang lama dipersiapkan untuk pementasan, sekaligus memperkenalkan publik sebagai musik keroncong ‘sampah’ (limbah)..

Keroncong Iromo ini, juga dikenal sebagai kelompok keroncong sampah (limbah), karena semua perlengkapan peralatan musik dibuat dari bahan limbah kaleng, plastik hingga kayu-kayu bekas.

“Semua peralatannya musik keroncong Iromo terbuat dari limbah, seperti biola, gitar, bas, suling, chale dan lainnya,” ujar Nurcholish.

Usai berdialog, digelar pentas beberapa seni tari khas Banyumasan dengan diawali  penampilan tari lenggeran, geguritan dan tari Baladewa yang dimainkan para seniman dari sanggar Sekar Budaya. Selain kesenian tari tradisional itu, juga ditampilkan pembacaan puisi yang berjudul ‘Sewu Tahun’, dibawakan oleh penyair Wage Teguh Wiyono.

Sebagai penutupan Keroncong Iromo kembali tampil dengan membawakan beberapa lagu, bahkan semakin malam semakin seru dan memukau ratusan para penonton yang memadati pendapa itu.(anif/priyanto)

Previous Post

DIALOG PROAKTIF: UKM di Purbalingga Masih Mampu Bertahan

Next Post

MEDIA TRADISIONAL : Jaga Eksistensi “Sri Panggung” Seni Lengger

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026
BERITA

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026

30/12/2025
DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda
BERITA

DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda

30/12/2025
Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo
BERITA

Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo

22/12/2025
Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju
BERITA

Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju

22/12/2025
Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja
BERITA

Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

17/12/2025
Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen
BERITA

Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen

16/12/2025
Next Post
MEDIA TRADISIONAL : Jaga Eksistensi “Sri Panggung” Seni Lengger

MEDIA TRADISIONAL : Jaga Eksistensi “Sri Panggung” Seni Lengger

DIALOG PROAKTIF: Optimalkan Pembinaan Desa Wisata di Pati

DIALOG PROAKTIF: Optimalkan Pembinaan Desa Wisata di Pati

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah