BAHAS KEBUDAYAAN: Anggota DPRD Mukafi Fadli membahas kebudayaan di Ponpes Walisongo.(foto: jos reynaldi albojawi)
SRAGEN – Menumbuhkembangkan sikap toleransi melalui kesenian dan kebudayaan tradisional menjadi pembahasan utama dalam sesi dialog laras budaya Media Tradisional (Metra) bersama DPRD Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen dengan tema “Pagelaran Kesenian Tradisional Santri Kabupaten Sragen” , Minggu (28/8/2022) malam.

Dewasa ini perbedaan pendapat menjadi masalah yang sering terjadi di tengah masyarakat, untuk itu peran budaya diharapkan mampu membentuk budi seseorang dalam menentukan sikap dan perilaku, saling menghargai segala perbedaan yang ada. Demikian disampaikan Mukafi Fadli anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Seni kebudayaan sudah selayaknya dapat meningkatkan rasa persaudaraan dimana dalam budaya kita selalu mengajarkan nilai dan norma yang baik untuk kehidupan, rasa memiliki dan rasa tanggung jawab akan kebudayaannya seharusnya menjadi dasar rasa kebersamaan,” ujar Mukafi.

Sependapat, Moh Bahrul Mustawa selaku wakil Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo dan budayawan Sragen mengaku bahwa di Pesantren Walisongo selalu mengajarkan ilmu agama dan seni kebudayaan berjalan dengan selaras. Kurikulum yang ada telah mengajarkan pentingnya toleransi, pentingnya menjaga budaya dan kehidupan sosial untuk membentuk pribadi manusia yang lebih humanis.
“Kami memiliki semboyan, dengan ilmu hidup menjadi lebih mudah, dengan agama hidup menjadi lebih terarah, dan dengan seni hidup menjadin lebih indah” pungkas Gus Awa-sapaannya.

Menambahkan, Orlando selaku pemerhati seni mengapresiasi diadakaanya Pagelaran Kesenian Tradisional Santri Kabupaten Sragen itu. Menurutnya pagelaran tersebut telah mengkolaborasikan kebudayaan tradisional dengan perkembangan zaman dan teknologi tanpa meninggalkan rasa cinta tanah air dan jatidiri bangsa.
Sebagai tambahan informasi, dalam Pagelaran Kesenian Tradisional Santri Kabupaten Sragen tersebut menampilkan kreativitas dari santri-santri dari Pesantren Walisongo dengan menampilkan beberapa kesenian di antaranya puisi, tari nusantara, dan musik kolaborasi nusantara.








