PANTAU KEBUN. Tety Indarti saat memantau Kebun Benih Padi Wonoketingal Kabupaten Demak, Rabu (22/5/2019), dan membahas perkembangan kinerjanya. (foto sunu andhy purwanto)
DEMAK – Komisi C DPRD Jateng meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng untuk menyeragamkan pemberian target kepada masing-masing satuan kerja (satker) yakni kebun-kebun benih padi maupun hortikultura yang tersebar di wilayah Jateng. Menurut Sekretaris Komisi C Tety Indarti pemberian target dengan pola yang berbeda itu yakni sebagian dengan target produksi (Wilayah Surakarta) dan sebagian lagi target rupiah (Wilayah Semarang dan Banyumas) menyulitkan pihaknya mengevaluasi kinerja tahunan dari satker yang ada.
“Target-target yang ditetapkan secara transparan dan terukur itu dapat digunakan untuk mengukur capaian masing-masing satker dan di sisi lain dapat mendorong satker bersangkutan mencapai kinerja yang optimal,” jelas Politikus Partai Demokrat itu, saat memimpin kunjungan kerja Komisinya ke Kebun Benih Padi Wonoketingal Kabupaten Demak, Rabu (22/5/2019).

Kabupaten Demak. (foto sunu andhy purwanto)
Senada, Anggota Komisi C DPRD Jateng Sarwono menambahkan sebenarnya penetapan target produksi dapat diterima. Hanya sarannya, agar hal itu dihitung secara internal saja, kemudian hasil hitungannya itu dijadikan target nominal sehingga siapa saja dapat memberikan evaluasi kinerja dari capaian target yang sudah dihitung nilai nominalnya itu.
“Disamping itu, target produksi yang diberlakukan masih terlalu rendah, tidak sesuai harapan Komisi C maupun standar umum yang bisa diterima,” kata Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu tanpa menyebut angka.
Kondisi seperti itu yang terjadi di satker-satker Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, tidak seragamnya pola pemberian target, termasuk masalah pemetaan dan pemilihan jenis benih andalan di masing-masing satker, mendorong Komisi C untuk secepatnya menggelar rapat koordinasi dengan Distanbun Jateng. “Untuk sinkronisasi berbagai hal sampai masalah perencanaan (mapping) tahunan guna optimalisasi aset Distanbun,” tegasnya.

(foto sunu andhy purwanto)
Kebun Benih Padi Wonoketingal Demak mengelola lahan produksi (sawah) seluas 8,5 hektare untuk pengembangan benih padi berbagai varietas. Diantaranya Inpari 30, 32, 33, dan inpari 42; Ciherang, Situbagendit; dan Mekongga.
“Pada 2019 ini, kami ditarget PAD sebesar Rp 292 juta dan baru terealisasi per April Rp 90,9 juta,” ujar Koordinator Kebun Edy Sugiarto. (sunu/ariel)







