BAHAS SANTRI. Sukirman bersama Anggota DPRD dari Dapil 13 saat membahas penanganan kesehatan santri dengan jajaran Dinkes Provinsi Batang, Rabu (10/6/2020). (foto humas)
BATANG — Setelah sehari sebelumnya membahas kesehatan santri di Kota Pekalongan, kini Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Batang untuk mempersiapkan penanganan kesehatan terhadap santri dilakukan secara cermat.
Termasuk, kata dia, kebijakan New Normal juga harus dipersiapkan lebih baik. Menurut dia kesiapan-kesiapan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan situasi dan kondisi di masing-masing daerah.
“Kami memang ingin mendengar langsung informasi dari Dinas Kesehatan terkait kondisi terakhir penanganan Corona. Memang jangan terburu-buru mengeluarkan kebijakan New Normal, harus dikaji tuntas berdasarkan data dan situasi lapangan. Antara daerah satu dan daerah lain,” kata Politikus PKB itu, saat bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Muhclasin beserta jajarannya di Kabupaten Batang, Rabu (10/6/2020).

Selain membahas soal pemeriksaan santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes), DPRD Provinsi Jateng juga menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa Masker Bedah dan Baju Hazmat. Bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng itu disalurkan langsung oleh DPRD ke 25 Puskemas di Kabupaten Batang.
Dalam penyaluran bantuan itu, Sukirman didampingi Anggota DPRD dari Dapil 13 (Pekalongan, Pemalang, Batang). Beberapa diantaranya yakni Ketua Komisi A Mohammad Saleh, Ketua Bapemperda Iskandar Zulkarnain, Anggota Komisi D Albertus Agung Satria, dan Anggota Komisi C Riyono.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Muhclasin mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pesantren dan Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Batang. Kpordinasi itu terkait dengan rencana dimulainya kegiatan belajar mengajar di ponpes.
“Awalnya terus terang kami khawatir karena banyak pondok yang ingin segera membuka kembali. Tetapi, kami sudah rapat dengan RMI dan beberapa pondok, kami siapkan protokol kesehatan. Selain itu, puskesmas kami beri tugas untuk memeriksa santri yang mau berangkat mondok,” ungkap Muhclasin.
Kekhawatiran Kadinkes itu cukup beralasan karena Kabupaten Batang memang menjadi zona merah yang terus menunjukkan kenaikan posotif Corona. Data Dinkes Kabupaten Batang mencatat, ada 42 warga ber-KTP Batang yang positif Corona sampai 8 Juni 2020. (humas/ariel)







