PERTEMUAN KOMISI. Jajaran Komisi E bersama BPBD Pati menggelar pertemuan perihal tanggap kebencanaan, kamis (6/2/2020).(Foto: Ervan Ramayuda)
PATI – Komisi E DPRD Jateng dalam beberapa waktu ini akan fokus perhatian soal tanggap kebencanaan. Mereka akan berkeliling memonitor ke daerah – daerah di Jawa Tengah yang rawan bencana.
Pada Kamis (6/2/2020), rombongan Komisi E yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Abdul Aziz diterima Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Budi Prasetya beserta jajarannya di ruang rapat Kantor Bupati.

Dalam Kesempatan itu Abdul Aziz mengungkapkan, pada Desember-Januari semua warga telah didorong untuk lebih tanggap bencana termasuk pemerintah daerah mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kabupaten/kota.
“Maksud dan tujuan kami berkunjung di Pati dan setelah beberapa kali berkunjung di beberapa daerah dalam konsolidasi kesiapan tanggap bencana. Berbicara soal tanggap bencana meliputi banyak aspek baik secara umum maupun lainnya, oleh sebab itulah kami harus selalu berkoordinasi. Soal kebencanaan, Pati termasuk salah satu daerah yang rawan bencana alam,” ucapnya.

Anggota Komisi E Endro Dwi Cahyono menanyakan kejadian selama Desember sampai Februari di Pati termasuk penanganannya.
“Sebagai contoh tadi yang telah dijelaskan ada beberapa tanggul yang jebol dan kalau itu menjadi kewenangan provinsi, sejauh mana Pemerintah Provinsi sudah bergerak terhadap tanggap kebencanaan,” tuturnya.
Menjawab hal itu. Budi Prasetya mengungkapkan, pada awal Januari 2020 di beberapa titik banyak tanggul yang jebol. Terjadi di Tanjungrejo Kecamatan Margoyoso dan Gunung Manis Kidul kemudian di Mogok Tanjung dan di beberapa wilayah lainnya.
“Kami lakukan upaya penanganan bencana dengan cara bersinergi dengan TNI-Polri, sukarelawan dan masyarakat secara bersama-sama melakukan perbaikan sementara tanggul yang jebol. Untuk upaya jangka panjang yang diharapkan nanti dan dapat terlaksana di waktu yang akan datang dapat secepatnya telaksana,” ucap dia.
Pati telah menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kurang lebih 30 ribu buah rumput vertiver. Sejauh ini telah ditanam di wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir yang diakibatkan tanggul yang jebol seperti di di daerah Tanjungrejo; Gunung Manis Kidul; Boko Tanjung; Tambak Agung, dan Simongan.
Kelebihan rumput vertiver ini memiliki akar yang panjang yang bisa mencapai 4 – 5 meter sehingga diharapkan mampu menahan tanah agar tidak terjadi erosi. Selain itu juga telah kami lakukan secara bersama-bersama dengan BNPB dan cabang Dinas Perhutani Jawa Tengah adalah dengan menanam pohon aren di wilayah pegunungan Kendeng Utara sebanyak 5 ribu bibit pohon Aren.
“Tanaman ini nanti dapat memberikan manfaat ekologis karena memiliki akar yang sangat kuat dan mampu menahan air dan juga secara ekonomis bisa dimanfaatkan buahnya dan inilah upaya yang telah BPBD Pati lakukan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang,” jelasnya.
Secara internal BPBD Pati terkendalanya jumlah personel yang sangat terbatas. Pati yang memiliki garis pantai 60 Km yang hanya ditangani sebanyak 37 personel. Dari jumlah itu 14 personel merupakan tenaga harian lepas. Bahkan ironisnya BPBD tidak memiliki peralatan teknis seperti perahu karet.
“Upaya terakhir yang kami lakukan adalah dengan membentuk posko – posko kebencanaan dan di dalam posko tersebut kami melibatkan 8 OPD mulai dari TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, PMI dan BPBD itu sendiri.(ervan/priyanto)







