PEMBINAAN OLAHRAGA: Narasumber dalam dialog Aspirasi Jateng di Stasiun TATV Surakarta.(foto: cahya depe)
SURAKARTA – Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Jateng tengah menyusun rencana besar (grand design) dari pengembangan keolahragaan. Pembinaan pada talenta muda jadi fokus perhatian besar.

Masalah tersebut mengemuka dalam dialog “Aspirasi Jateng: Pembinaan Olahraga Pasca Pandemi Covid-19” disiarkan secara langsung oleh Stasiun TATV di Surakarta, Selasa (29/3/2022).

Ketua Komisi E Abdul Hamid mendukung sepenuhnya dari target yang diambil KONI Jateng ke depan. Pencapaian emas pada PON XX di Papua menjadi tolok ukur pengembangan KONI dibawah kepemimpinan Bona Ventura Sulistya.
Baginya peraihan urutan ke enam pada PON tersebut perlu jadi evaluasi. Pasalnya Jateng dikenal memiliki gudang atlet olahraga, namun capaian masuk tiga bahkan lima besar tidak bisa diraih.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Sinoeng N Rachmadi menyatakan bertanggungjawab dengan pencapaian dari pengembangan olahraga selama ini. Meski PON bukanlah satu-satunya ajang pembuktian pengembangan olahraga, namun gelaran empat tahunan itu telah menjadi ukuran daerah di kancah nasional.
“Saya siap bertanggung jawab Jateng masuk urutan keenam. Saya akui banyak pihak menyesalkan itu. Sebelum-sebelumnya Jateng bersaing ketat masuk tiga atau lima besar,” kata dia.

Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistya mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal. Rencana besar yang tengah digarap yakni PON XXI di Aceh & Sumut. Ditargetkan bisa naik dari sebelumnya.
“Masih ada harapan untuk berkembang. PON Papua ada faktor nonteknis yang turut menjadikan kita tidak bisa kejar lima besar,” ucapnya.(cahya/priyanto)








