• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Jumat, 27 Februari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

Nilai Ekspor Rp 8,3 T, Pertanian Jadi Primadona

01/10/2021
in BERITA, KOMISI B
Nilai Ekspor Rp 8,3 T, Pertanian Jadi Primadona

JADI NARASUMBER : Sekretaris Komisi B M Ngainirrichadl menjadi narasumber dalam Dialog Radio.(foto: priyanto)

SEMARANG – Sektor pertanian benar-benar menjadi primadona. Dalam kurun waktu tiga semester saja dari 2020 sampai Agustus 2021 , Jateng mencatat nilai ekspor senilai Rp 8,3 triliun di bidang pertanian.

Sekretaris Komisi B M Ngainirrichadl mendorong upaya ekspor untuk pertanian. Dengan nilai ekspor capai triliunan rupiah telah membuktikan pertanian masih menjadi unggulan termasuk saat pandemi Covid-19.

“Pertanian yang kerap dipandang sebelah mata ternyata saat pandemi Covid-19 masih bisa memberikan pendapatan untuk Jateng,” ungkap dia saat menjadi narasumber Dialog Radio “Mendorong Pertanian Jateng Go International“, Jumat (1/10/2021).

Dikemukakannya, dari 2019 sampai pertengahan 2021 ini ekspor pertanian dari Jateng sangat menggembirakan, terutama untuk hasil perkebunan seperti kopi, porang, palawija banyak diekspor ke China, AS, Timur Tengah, Korea, Vietnam.

Belum untuk beras jenis organik, pasar di Arab Saudi sangat terbuka untuk menerimanya. Dari catatan, ekspor ke Arab Saudi hanya sekali. Ia mendorong supaya ekspor beras organik bisa ditingkatkat mengingat Arab butuh 10 ribu ton.

Selain itu juga untuk pengembangan tanaman porang juga perlu diintensifkan. Sekarang banyak negara seperti Kanada, AS, tertarik mengonsumsi beras porang. Hal itu menjadi tantangan tersendiri mengingat ekspor porang dari Jateng cukup tinggi. Hanya saja permasalahannya pengembangan pengolahan porang di Indonesia hanya ada satu di Malang (Jatim).

“Kita ekspor porang ke Jepang, oleh mereka diolah jadi beras. Beras itu saat di Indonesia jadi mahal. Karena itu Presiden mendorong pengelolaan porang supaya lebih diintensifkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo pada pertengahan 2021 melepas ekspor 20 komoditas unggulan senilai Rp Rp 427 miliar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Sejumlah hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi unggulan seperti porang, pala, kopi, minyak sawit, idamame, daun cincau diekspor ke 36 negara di antaranya China, Malaysia, AS, Belanda, Kanada, Vietnam. Dengan capaian ekspor itu, Jateng mengungguli Kalimantan Timur, Jambi, Sulawesi Utara.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Tri Susalarjo mengakui nilai ekspor Jateng terbilang tinggi. Saat pandemi Covid-19 tak menjadi halangan untuk ekspor. Terbukti dari 2020 sampai Agustus 2021 nilai ekpor Rp 8,3 triliun. Secara data ada pertumbuhan nilai ekspor sejak 2018 Rp 2,3 triliun, setahun kemudian 2019 menjadi Rp 2,5 triliun.

“Dari komoditas ekpor itu sementara kopi masih teratas. Pasar luar negeri untuk kopi dari Indonesia banyak peminatnya. Ada pergeseran kualitas kopi, kalau lima tahun lalu dominasi Sumatera dan Toraja, kini kopi dari Jateng seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara sudah banyak diminati. Pada 2020 saja pasar Timur Tengah seperti Mesir, Sudan, Maroko, permintaannya sangat tinggi. Bulan kemarin saja 200 ton kopi kirim ke Mesir. Sekarang sentra kopi, menyebar di daerah lain seperti Kudus, Pati, Rembang, Karanganyar. Hampir semua kabupaten ada kopinya,” jelasnya.

Lantas bagaimana untuk menjaga pasar termasuk pengembangan ekspor?

Bagi Ricard-sapaan akrab Ngainirrichadl adalah diperlukan konsinstensi serta dukungan penuh pemerintah dalam hal budi daya maupun pengembangan komoditas unggulan.

Misalnya pengembangan porang, untuk menjaga kualitas serta harga tentunya pemerintah tidak sembarangan mengeluarkan regulasi yang bisa merugikan petani.

Tri Susalarjo sependapat, regulasi dari pemerintah pusat juga harus melihat kondisi lapangan agar harga tidak jatuh. Dirinya sependapat, ekspor porang tidak dalam bentuk umbi melainkan sudah rajangan. Dengan rajangan maka ada nilai tambah terutama untuk serapan tenaga kerjanya.

“Syukur lagi sudah dalam bentuk tepung seperti di Madiun. Nilainya bisa lebih tinggi,” ucapnya.(cahya/priyanto)

Previous Post

Piutang dan Potensi Pajak Wajib Terkelola Rapi

Next Post

Wakil Ketua DPRD Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran
BERITA

ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran

25/02/2026
Komisi E Monitoring Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Sragen
BERITA

Komisi E Monitoring Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Sragen

25/02/2026
Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik
BERITA

Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik

25/02/2026
BPR BKK Didorong Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng
BERITA

BPR BKK Didorong Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng

24/02/2026
Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai
ALAT KELENGKAPAN DEWAN

Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai

24/02/2026
Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi
BERITA

Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi

24/02/2026
Next Post
Wakil Ketua DPRD Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Wakil Ketua DPRD Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Satgas Penanggulangan Kemiskinan Setwan Jateng Sasar Desa Pamulian

Satgas Penanggulangan Kemiskinan Setwan Jateng Sasar Desa Pamulian

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah