PETANI PETERNAK. Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan manajemen PT Cheiljedang Feed membahas kerjasama petani/ peternak dan perusahaan pakan, Jumat (15/10/2021). (foto choirul amin)
BATANG – Komisi B DPRD Provinsi Jateng ingin mendorong sektor pertanian dan peternakan lebih maju. Salah satu caranya, menjalin kerjasama perusahaan pakan dengan mitra-mitra termasuk peternak dan petani itu sendiri.
“Seringkali ditemukan di lapangan, harga pakannya mahal, namun produknya dijual murah. Nah, kami ingin adanya win win solution. Peternak tetap bisa melangsungkan usahanya, hasilnya dibeli pihak pabrik dan penjualan pakan ternak tidak terlalu mahal,” kata Wakil Ketua Komisi B, Sri Marnyuni, saat memimpin rombongan menyambangi PT Cheiljedang (CJ) Feed & Care di Grinsing Kabupaten Batang, Jumat (15/10/2021).

Dengan pertumbuhan industri pakan, berpengaruh pada semakin banyaknya jenis pakan komersil yang beredar di pasaran. Komisi B menghimbau dinas-dinas terkait untuk ikut mencari solusi.
Disisi lain, peternak menginginkan harga yang relatif murah tapi pakan yang diperoleh harus produktif. Padahal, pakan yang murah belum menjamin produktivitasnya. Misalnya, dedak padi atau jagung terkadang kualitasnya memburuk ketika harga tinggi karena sengaja dicampur dengan bahan lain.
“Kepada dinas terkait, kami mendorong untuk bersama-sama menemukan solusi yang baik. Beberapa banyak yang masih terkendala dengan pakan ternak itu sendiri. Nah, disini dinas harus bisa memberikan solusi terbaik agar ketersediaan pakan ternak tetap stabil,” imbuh Politisi PAN itu.

Menanggapinya, Supervisor General Affair PT CJ Feed & Care Saiful Mustofa mengatakan per bulan pabrik mampu memproduksi 25.000 ton pakan ayam dan 10.000 ton pakan ikan. Pihaknya sudah berupaya menggunakan jagung produk petani lokal untuk bahan baku pakan ternak. Namun, jika kurang, pihaknya mengambil jagung dari daerah lain.
“Kapasitas kebutuhan jagung sekitar 100.000 ton dan sebagian sudah disuplai dari petani jagung lokal. Lokasinya di Grobogan, namun dengan kriteria kadar air tidak lebih dari 35 persen. Hal itu memudahkan kami untuk melakukan proses selanjutnya,” ujar Saiful. (amin/ariel)








