Didorong Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Jateng

WhatsApp Image 2023 12 14 at 19.43.08

PETERNAKAN SAPI PERAH : Jajaran Komisi B melihat pengelolaan sapi perah di UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) Provinsi DI Yogyakarta, di Kaliurang, Sleman.(foto rahmat yw)

SLEMAN – Komisi B mendorong Pemprov Jateng memiliki pusat peternakan sapi perah. Melihat produksi susu saat ini, terbilang dari sisi kemanfaatannya cukup besar baik dari sisi ekonomi maupun dari kesehatan.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi B Sarno di sesela kunjungan kerja Bersama komisi melihat peternakan sapi perah yang dikelola UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) Provinsi DI Yogyakarta, di Kaliurang, Sleman, Selasa (13/12/2023).

Selama ini pengembangan peternakan sapi perah belum begitu fokus. Semestinya dengan potensi daerah serta bibit sapi perah yang dimiliki ditambah modernisasi peternakan tentunya usaha tersebut bisa dikembangkan.

“Kalau di Jateng itu baru pembibitan dan pengembangbiakan sapi potong. Lebih bagus lagi dan kami sangat setuju kalua ada sapi perah. Secara ekonomi, suplai susu bisa menambah PAD, harga sapi pun bisa turut menambah pula. Dari kemanfaatan susu sudah sangat lebih. Bisa jadi menambah kegemaran minum susu. Tidak menutup kemungkinan bisa mengurangi kasus stunting, ibu menyusui dan hamil bisa menambah protein dengan minum susu,” ucapnya.

Sekarang ini usaha peternakan sapi perah masih terpencar-pencar. Boyolali masih mencatat memiliki jumlah peternakan paling besar dengan 61 ribu ekor. Selanjutnya Kabupaten Semarang, Klaten, Banyumas.

Sarno pun menegaskan dari sekian ratus juta ekor sapi perah yang ada di Jateng, tidak salah Boyolali menyuplai sekitar 60 persen dari total produksi susu di Jateng.

“Produksi susu dari Boyolali saja sudah mencapai 51 juta liter. Belum dari daerah lainnya. Kalau pemprov bisa mengembangkan ini tentu bisa menaikkan PAD,” ungkapnya. Sementara Dwi Artanto dari UPTD BPPTDK DIY, jumlah sapi perah yang dikelola ada 61 ekor. Dari jumlah itu, pihanya mampu menyuplai susu kepada KUD di Yogyakarta.(soni/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.