KENDAL – Komisi C DPRD Jateng memonitor kinerja Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu (BBPTT) di Kendal. Balai tersebut merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng.
Setelah adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru, BBPTT menaungi penggabungan 10 satuan kerja (satker) taman ternak, baik ternak ruminansia maupun non-ruminansia yang sebelumnya terpisah.

Menurut anggota Komisi C Ahmad Ridwan, selain memonitor kinerja, pihaknya juga mendalami dampak perubahan SOTK dan berharap ke depan BBPTT mampu menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) lebih baik ketimbang sebelumnya.
“Syukur-syukur ada peningkatan, karena kanu memang fokus pada optimalisasi pendapatan dari sektor-sektor nonpajak, seperti BBPTT ini. Nah pada 2019 ini ditarget berapa dan realisasinya bagaimana?” ujar politikus PDI Perjuangan itu saat memimpin kunjungan kerja Komisinya, Kamis (22/8/2019).
Senada, anggota Komisi C lain, seperti Maria Tri Mangesti (PDI-P), Bambang Eko Purnomo (Demokrat), Hasan Asy’ari (PKB) maupun Mustholih dan Amin Makhsun (PAN) menanyakan perkembangan penggantian sebagian lahan yang terkena jalan tol, mengingat hingga saat ini belum dilaporkan.
Menaggapi Komisi C Kepala BBPTT Agus Sucipto menjelaskan, saat ini berdasarkan SOTK baru BBPTT menaungi seluruh taman ternak yang jumlahnya 10 satker, gabungan ruminansia dan non ruminansia. Adapun tahun ini ditarget PAD Rp 2,58 miliat dan sampai pertengahan Agustus sudah terrealisasi 74,2% atau sebesar Rp 1,919 miliar.
“Mengenai ganti untung lahan yang dipakai jalan tol sebesar 11 miliar rupoah lebih, memangbhingga hari ini belum dibayar. Masih berproses bapak ibu, mohon dukungannya agar dapat segera rampung, ” katanya.(sunu/priyanto)








