Dipantau, Kinerja KD Wonorejo Batang

IMG 20200306

BAHAS KEBUN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat berdiskusi dengan jajaran Kebun Dinas (KD) Wonorejo di Kabupaten Batang, Kamis (5/3/2020), mengenai kinerja pendapatan kebun. (foto sunu andhy purwanto)

BATANG – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kebun Dinas (KD) Wonorejo di Kabupaten Batang, Kamis (5/3/2020), setelah sebelumnya memonitor kinerja KD Bantarangin di Wonogiri. Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro mengatakan pihaknya terus mendorong 33 unit kebun milik Pemprov Jateng sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar pajak kendaraan bermotor.  

Lebih lanjut, Legislator Partai Gerindra itu menegaskan, disamping pajak kendaraan bermotor yang menyumbang 80% PAD Jateng, pihaknya secara berkelanjutan mendorong seluruh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) maupun OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain untuk meningkatkan PAD. 

“Termasuk di dalam paparan ada 100 hektare yang disewakan, mohon dijelaskan sewanya berapa karena tidak disebutkan,” pinta Sriyanto. saat memimpin rapat dengan jajaran KD Wonorejo. 

Senada, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Nurul Hidayah meminta dikaji ulang terkait pengembangan komoditas tebu. Mengingat, di Bantarangin pendapatan yang dihasilkan belum sesuai harapan. 

“Lahan yang demikian luas jangan sampai muspro (hasilnya minim). Seperti sering terjadi di kebun milik Pemprov Jateng lainnya, kok pendapatnya tidak sesuai,” tutur legislator PPP itu. 

Ia juga mengapresiasi rencana KD Wonorejo untuk membuat kebun induk kelapa. Rencana itu sangat baik karena pada usia 7 bulan sampai 1,5 tahun sudah dapat dijual dalam bentuk bibit. 

“Terkait catatan Komisi C dari monitoring tahun sebelumnya, mohon dijelaskan sampai hari ini optimalisasi yang dilakukan hasilnya seperti apa,” pintanya. 

Menguatkan, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Baginda Muhammad Mahfuz menanyakan kenapa perkebunan yang dikelola swasta hasilnya lebih baik dalam banyak aspek. “Padahal, seharusnya Balai kita ini kan ahlinya, banyak insinyur di situ, bahkan mendapat dukungan dana (modal) dari APBD? Sepertinya ada yang salah, ” tandas legislator PDI Perjuangan itu. 

Sebenarnya, tambah Baginda, Komisi C sudah sepakat untuk peduli pada Balai dengan memberikan dana yang diperlukan bagi optimalisasi di segala aspek. Sepanjang ada rencana yang jelas dan rasional dapat meningkatkan PAD. Bahkan, hingga Komisi C sampai pada kesimpulan untuk memisahkan anggaran dengan Distanbun. 

“Mungkin ke depan kalau Balai program yang jelas dengan proposal yang detil, kami akan beri anggaran tersendiri, ” ucapnya. 

Merespon Komisi C, Plt Kepala Balai Benih Tanaman Perkebunan C Sunarti menjelaskan KD Wonorejo yang mengelola lahan seluas 157,2 hektare sepanjang 2019 lalu menghasilkan pendapatan Rp 335,6 juta. Adapun rencana bisnis pada 2020 antara lain membuat kebun induk (benih) kelapa di lahan seluas 5 hektare. 

“Terkait harga sewa 101,8 hektare lahan, kami mohon maaf karena wewenangnya di Dinas, kami tidak bisa menjelaskan, ” kilahnya. (sunu/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam