KUNJUNGAN LAPANGAN : Komisi D bersama Dinas Perhubungan dan pengelola Terminal Pilangsari berfoto bersama usai kunjungan lapangan.(foto: dewi sekarsari)
SRAGEN – Komisi D DPRD Jateng meninjau kondisi sarana dan prasarana Terminal Pilangsari Tipe B yang berada di Sragen. Peninjauan itu untuk mengetahui kesiapan Dinas Perhubungan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2024 ini.

Sekretaris Komisi D Chamim Irfani beserta romongan diterima Koordinator Terminal Ritadi pada Rabu (13/3/2024). Dalam pertemuan itu dia mengungkapkan, keberadaan terminal untuk sekarang ini berbeda kondisi dengan dua dekade lalu. Saat ini banyak terminal-terminal di sejumlah kabupaten tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Moda transportasi massal jarang keluar masuk terminal. Pun dengan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi untuk keperluan sehari-hari.
Namun demikian, lanjut dia, pemerintah tak boleh berpangku tangan dengan kondisi tersebut. Terlebih lagi terminal tipe B dibawah pengelolaan Pemprov Jateng. Karena itu dukungan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana tetap harus dilakukan.
“Kami ke terminal ini untuk melihat langsung kondisi terminal. Apakah ada hambatan yang dihadapi di Terminal Pilangsari. Harapannya saat mudik Lebaran tiba semua masyarakat merasa dipermudah dan nyaman dalam berpergian, ditambah dengan adanya fasilitas Angkutan Mudik Balik Gratis yang sudah berjalan,” ucapnya.
Ritadi menjelaskan, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran dengan berkaca dari tahun sebelumnya akan berdiri di depan terminal. Personelnya terbagi menjadi tiga sif.
“Untuk pantauan mobile kita lakukan secara berkala dengan berkolaborasi dengan dengan tim patroli, tim posko kantor balai,” imbuhnya.
Sedangkan untuk Posko Kesehatan terpusat di posko terpadu pada Simpang Empat Sukowati yang berjarak kurang lebih 300 m dari Terminal Pilangsari.
Senada, Kepala Balai Perhubungan wilayah III Surakarta, Risyanto juga turut menjelaskan kendala yang dihadapi dari segi operasional adalah keterbatasan jumlah personil terminal, sedangkan dalam sisi prasarana kendalanya terdapat banyak landasan dan kios dalam kondisi rusak sehingga pelayanan tidak maksimal.
“Kami melakukan manajemen personil sehingga pelayanan dapat optimal, dan untuk kerusakan landasan kami melakukan perbaikan sementara dengan menutup lubang-lubang yang membahayakan,” ucap Risyanto.(dewi/priyanto)








