KESENIAN RAKYAT: Sejumlah narasumber membahas kesenian rakyat kuda lumping yang ada di Kabupaten Semarang.(foto: dewi sekar)
UNGARAN – Kesenian kuda lumping atau biasa dikenal dengan jaran eblek (ada yang menyebut jatilan) banyak muncul di Kabupaten Semarang. Hampir di semua kecamatan, memiliki kelompok kesenian kuda lumping. Seperti diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Semarang The Hok Hiong, terbukti dari pemberian hibah untuk kelompok kesenian yang jumlahnya mencapai 10 ribuan, 60 persennya adalah kelompok kesenian kuda lumping.

“Menurut saya, kesenian kuda lumping ini sudah tumbuh subur, merata hampir di setiap kecamatan. Saya pun tidak khawatir kesenian ini bakal hilang,” ucapnya saat mengisi program Media Tradisional Nguri-uri Budaya Khas Kabupaten Semarang di objek wisata Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, Minggu (16/10/2022).

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berinisiatif untuk melestarikan dengan tidak hanya nguri-uri tapi juga nguripi kesenian yang berkembang di Kabupaten Semarang tersebut.
Bagi Hok Hiong, kesenian yang tumbuh secara turun temurun harus dilestarikan. Generasi sekarang masih bisa memberi sebuah kesenian yang luhur kepada anak cucu. Oleh karena itulah dia mengimbau kepada pemerintah dan semua warga untuk selalu menjaga kesenian ini.
Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dan Sekretariat DPRD Jateng yang turut melestarikan kesenian kuda lumping di Kabupaten Semarang. Mengingat seni kuda lumping merupakan peninggalan budaya leluhur yang berkembang di masyarakat turun-temurun sejak masa lampau.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Sukaton Purtomo Priyatmo sepakat dengan pernyataan tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sangat mendukung upaya pelesetarian budaya. Bahkan sejumlah sekolah pun ada yang memiliki kelompok kesenian kuda lumping.
“Kami di pemerintah secara prinsip mendukung upaya pelestarian kesenian. Kami selalu meminta kepala sekolah untuk memiliki sebuah kegiatan siswa yang bercorak kesenian daerah. Dengan demikian pengenalan kesenian rakyat bisa dikenal oleh siswa,” ucapnya.(cahyo/priyanto)








