SERAP ASPIRASI. Bambang Kusriyanto berdiskusi bersama Warga Susukan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, baru-baru ini, membahas Proyek Jateng Valley yang belum berjalan. (foto humas)
SEMARANG – Hingga kini, Proyek Jateng Valley belum berjalan. Kondisi itu terlihat sejak peletakan batu pertama pada Agustus 2020 lalu sampai sekarang belum ada progres pembangunan yang berarti.
Hal tersebut mendapat perhatian dari Warga Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Karena, warga berharap keberadaan Jateng Valley itu nantinya dapat menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

Harapan warga tersebut disampaikan saat Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, yang digelar di ‘Rumah Aspirasi’ miliknya di Susukan Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, Imam selaku Ketua RT I RW 3 Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang mengakui banyak warga yang ingin menjadi pekerja di destinasi wisata berkonsep futuristik tersebut.
“Kami mempertanyakan mengapa Proyek Jateng Valley yang sudah dilakukan ground breaking sejak lama tapi sampai sekarang belum selesai. Banyak warga ingin bekerja di Jateng Valley sehingga keberadaannya nanti bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Imam.
Menanggapi hal itu, Bambang Kusriyanto mengatakan progres pembangunan Jateng Valley bergantung kepada investor. Jateng Valley tersebut dibangun di Wana Wisata Penggaron yang lahannya dimiliki Perhutani.
“Ada konsorsium usaha yang menjadi investor untuk membangun Jateng Valley. Kami di DPRD Jateng tidak terlibat langsung dalam pembangunan Jateng Valley,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu.
Meski begitu, Bambang akan meminta Komisi B DPRD Provinsi Jateng untuk melakukan pantauan sejauh mana proyek tersebut berjalan. Dari situ DPRD bisa mengetahui persoalan yang dihadapi dalam proyek tersebut.
“DPRD Jateng akan memantau dan mencari tahu sejauh mana progresnya dan hambatan apa yang muncul sehingga pembangunannya belum banyak terlihat hasilnya,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Sebagai informasi, penandatanganan kerjasama proyek tersebut sudah dilakukan pada 12 Maret 2020. Peletakan batu pertama pembangunan Jateng Valley sendiri sudah dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 15 Agustus 2020 silam.
Jateng Valley direncanakan berdiri di lahan seluas 372,88 hektare. Kemudian, Ganjar Pranowo kembali melakukan peletakan batu pertama fase pertama di 5 titik area Jateng Valley pada 6 Juni 2021. (ariel/priyanto)








