STUDI BANDING: Komisi B melakukan kunjungan kerja studi banding terkait pengembangan pakan ternak di Balai Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan/Bahan Pakan Ternak (BPMKPBPT) di Cikole, Lembang, Jawa Barat.(foto: ganang faisol)
BANDUNG – Ketersediaan pakan turut menjadi salah satu faktor penting dari pengembangan ternak unggulan. Karena itulah kualitas pakan sangat menentukan dengan mencangkup kandungan protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral.

Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi B Sarno di sela-sela kunjungan kerja komisi ke Balai Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan/Bahan Pakan Ternak (BPMKPBPT) di Cikole, Lembang, Jawa Barat (9/1/2024). “Stok pakan maupun pakan yang berkualitas untuk ternak juga harus patut dipikirkan. Maka dalam pembahasan raperda ketahanan pangan ini, ketersediaan (stok) dan mutu pakan ternak masuk dalam isi rancangan peraturan. Pemerintah harus wajib menjamin ketersediaan pakan yang berkualitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, Rahma Dewi selaku Kepala UPTD BPMKPBT menjelaskan, instansinya mempunyai tugas pokok menyelenggarakan sebagian tugas teknis operasional bidang pengujian mutu pakan ternak, meliputi penyiapan sampel dan pelayanan teknik. Balai milik Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar itu selalu melakukan pengujian mutu pakan ternak milik peternak dan juga melakukan evaluasi secara rutin di tiap bulannya.

Wakil Ketua Komisi B M Ngainirrichadl pada kesempatan itu menanyakan perihal cara meningkatkan mutu pakan ternak. Cara tersebut bisa ditiru oleh Jateng supaya turut serta meningkatkan kualitas pakan ternak.
Rahma menjelaskan, untuk mendapatkan pakan ternak terbaik maka peternak bekerja sama dengan pabrik pakan ternak agar mutu terjaga dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Seperti di Sukabumi, bentuk binaan pabrik pakan ternak mampu memberdayaakan peternak setempat bisa mengolah pakan secara mandiri.
“Bekerja sama dengan pabrik pakan yang sudah bersertifikat SNI di dalam pakan ternak ada kandungan vitamin yang membuat telurnya seperti omega. Walaupun bukan telur omega tapi sudah diuji dan itu dikategorikan telur sehat jika ayam diberikan pakan bagus maka hasil telur bagus pula,” ucapnya.

Selanjutnya, Komisi B mengujungi Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan di Cikole. Didampingi Asep Hermawan selaku pengawas bibit ternak muda menjelaskan kegiatan di balai turut dilakukan pengelolaan pelatihan teknis peternakan dan ketahanan pangan meliputi aspek program dan evaluasi serta penyelenggaraan pelatihan.
“Kami mencoba menangkap aspirasi dari SDM untuk pelatihan peternakan yang baik mulai dari Pelatihan Statistik Peternakan, agribisnis ruminansia besar (sapi perah, sapi potong), agribisnis ruminansia kecil (domba, kambing), agribisnis ternak unggas (ayam buras, itik, puyuh). Juga turut pelatihan pengolahan limbah peternakan , pelatihan pemotongan hewan kurban dan lainnya.,” Jelas Asep.
Kunjungan di akhiri dengan melihat lokasi sapi yang baru melahirkan dan beberapa ternak sapi yang siap untuk diperah.(ganang/priyanto)








