BAHAS PENDIDIKAN: Sejumlah narasumber membahas kurikulum baru di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.(foto: ganang faisol)
UNGARAN – Penerapan kurikulum merdeka bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini memiliki tujuan agar peserta didik lebih optimal mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam acara Sosialisasi Non-Perda dengan tema “Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah” baru baru ini, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Menurut Bambang program ini dapat menciptakan peserta didik yang lebih cerdas dan membantu menciptakan tujuan negara. “Saya rasa program ini cukup baik sehingga nantinya peserta didik dapat menjadi lebih kompeten di bidang yang ia minati dan mampu membantu mencerdaskan kehidupan bangsa.” tambahnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Gogo Widyatmoko menyoroti Kurikulum Merdeka ini muncul karena adanya kesenjangan pendidikan di berbagai daerah akibat pandemic Covid-19. Ia juga menyebutkan bahwa Kurikulum Merdeka ini bukan sebagai pengganti kurikulum lama
“Kurikulum merdeka ini bukan sebagai pengganti kurikulum yang lama akan tetapi sebagai penyempurna dari kurikulum terdahulu. Pada kurikulum ini lebih fokus terhadap minat dan bakat sehingga peserta didik lebih mampu memaksimalkan potensinya,” ucap Gogo.

Senada dengan itu, anggota DPRD Kabupaten Semarang Gunawan Tri Rahmadi mengatakan, ia mendukung kurikulum yang telah disediakan oleh pemerintah. Pihaknya juga memberikan saran bahwa anggota legislatif juga harus terjun ke lapangan untuk mengikuti program ini.
“Pada dasarnya saya mendukung program kurikulum merdeka untuk menciptakan generasi yang lebih baik kedepannya khususnya anak anak kita. Saya juga berharap anggota DPRD ikut dalam program ini seperti “program DPRD mengajar”, terang anggota Fraksi PDIP.(bintari/priyanto)








