KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi D saat melihat beroperasinya BRT Trans Jateng Solo-Sragen di shelter Sangiran, Sragen.(foto: azhar alhadi)
SRAGEN – Komisi D DPRD Jateng mengapresiasi kemajuan yang didapatkan dari pengoperasian BRT Trans Jateng Solo-Sragen. Sejak rute tersebut diresmikan pada Oktober 2020, kini warga sekitar dapat terlayani moda transportasi umum. Bahkan imbas dari pembukaan rute tersebut, banyak warga yang ingin berkunjung ke museum purbakala di Desa Krikilan, Kecamatan Sangiran, Sragen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D Alwin Basri saat bersama rombongan Dewan melakukan kunjungan kerja ke shelter Sangiran, Senin (20/5/2024). Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat Optimalisasi Intergerasi Layanan BRT Trans Jateng dengan Sektor Pariwisata dan UMKM.
“Alhamdulillah, keberadaan halte ini memberikan manfaat bagi masyarakat Sragen dan Solo sekitarnya. Bahkan halte ini menjadi tempat warga yang ingin berwisata di Sangiran. Pariwisatanya hidup, UMKM pun mendapat imbas,” kata dia.

Sekretaris Dinas Perhubungan Jateng Setyo Irawan menjelaskan, pada rute Solo-Sragen, Dinas Perhubungan Jateng telah menyiapkan 11 armada BRT. Setiap 20 menit sekali, masyarakat bisa terangkut dengan rute mulai dari Terminal Tirtonadi (Surakarta) sampai ke Grobogan via Sragen. Tarifnya pun terbilang sangat murah, untuk pelajar, buruh/veteran yakni Rp 2.000. Masyarakat umum dikenakan Rp 4.000.
Pada kesempatan itu Kepala Desa Krikilan Narno sangat bersyukur roda perekonomian warganya bisa berbenah. Saat ini pula ada desa wisata, warga sekitar membangun guest house uuntuk melayani tamu yang ingin berwisata di Sangiran. Kepada pemerintah, dia meminta untuk penerangan jalan bisa ditambah supaya saat malam hari tidak gelap.
“Terutama penerangan untuk stand-stand UMKM di sekitar Museum Purbakala Sangiran,” ucap dia.(azhar/priyanto)








