RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Laporan Reses DPRD Jateng

Screenshot 20210831

BUKA PARIPURNA. Sukirman bersama Ferry Wawan Cahyono membuka rapat paripurna virtual, Selasa (31/8/2021), dengan agenda laporan reses, penutupan tahun sidang 2020-2021, dan pembukaan tahun sidang 2021-2022. (foto teguh prasertyo)

GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman membuka rapat paripuna secara virtual, Selasa (31/8/2021). Agenda utama yang dibahas yakni laporan reses DPRD.

“Dalam rapat ini dihadiri pula secara virtual sebanyak 52 orang dari total 119 Anggota DPRD,” kata Politikus PKB itu didampingi Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar Ferry Wawan Cahyono.

Kemudian, Sukirman mempersilahkan masing-masing fraksi untuk menyerahkan laporan resesnya. Dimulai dari Fraksi PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PAN, dan Partai Demokrat.

“Kami mohon saudara sekda untuk mencermati hasil reses tersebut, yang penting bagi masyarakat dan bisa direalisasikan,” katanya kepada Pj. Sekda Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo, yang hadir mewakili Gubernur Ganjar Pranowo.

Untuk agenda kedua yakni penutupan tahun sidang 2020-2021, Ferry Wawan Cahyono membacakan sambutan Ketua DPRD Bambang Kusriyanto mengenai laporan kinerja DPRD. Laporan itu menyebutkan mengenai sejumlah kinerja alat kelengkapan dewan selama 2020 hingga 2021.

“Selama tahun sidang itu, diakui kinerja alat kelengkapan dewan sempat terhambat akibat adanya pandemi. Meski begitu, dalam kinerjanya tetap sesuai dengan tupoksi,” kata Ferry.

Setelah pembacaan laporan penutupan tahun sidang 2020-2021, dilanjut dengan laporan pembukaan tahun sidang 2021-2022. Dalam laporan yang dibacakan Sukirman itu, disebutkan DPRD berharap dapat segera menyelesaikan semua kegiatan yang tertunda akibat pandemi.

“Dalam fungsi pembentukan perda, ada 26 raperda yang perlu segera selesai hingga 2022. Dari 26 itu, 4 raperda dalam bahasan pansus 80 persen, 6 raperda dalam draft akademik, 3 raperda yang belum disampaikan gubernur, dan 1 raperda dari gubernur yang terjadwal. Dalam fungsi anggaran, perlu segera pembahasan KUA-PPAS. Dan untuk fungsi pengawasan, DPRD sudah membentuk Pansus Penanggulangan Covid-19 dan perlunya kegiatan kunjungan dapil untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19,” paparnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.