PERTANIAN PRODUKTIF : Komisi B berkunjung ke Desa Jaken, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Selasa (7/7/2020).(foto: ervanyuda)
SUKOHARJO – Komisi B DPRD Jateng berkunjung ke kelompok tani terpadu “Ngudi Rejeki” yang menggunakan lahan pertanian produktif dipadukan dengan perikanan dan peternakan tanpa bau di Desa Jaken, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Selasa (7/7/2020). Rombongan diterima ketua kelompok tani Heri Sunarto dan Dinas Pertanian-Perikanan setempat.

Pimpinan rombongan, Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menyatakan, pihaknya ingin mengetahui mengenai konsep pengembangan dari kelompok tani mina.
Dalam pertemuan tersebut Heri Sunarto memaparkan, lokasi pengembangan pertanian produktif dulu merupakan salah satu lahan kritis seluas dua hektare. Semula dimanfaatkan untuk tanaman jati. Selanjutnya oleh warga setempat lahan diolah, terintegrasi di bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Dalam dua tahun terakhir ini, lanjut dia, sudah panen padi sebanyak sembilan kali dengan hasil 10-11 ton per ha per musim panen. Belum lagi termasuk hasil panen bawang merah dan sayuran organik. Pembudidayaannya secara hidroponik.
“Bahkan tiap tahun kami juga dapat panen lele, ayam dan sapi. Pada lahan seluas dua hektare dengan modal utamanya satu buah sumur bor dan listrik senilai Rp 35 Juta,” ucapnya.
Bagi Heri dan warga lain berpendapat selama di bawah tanah masih ada air maka semua hal bisa dilakukan baik untuk mengaliri lahan terasering atau datar.
“Dari sini kita ada limbah pertanian padi berupa jerami tidak dibuang atau dibakar sebagaimana kebiasaan di sini. Limbah padi yang ada dikumpulkan dan masih dalam kondisi belum dikeringkan lalu difermentasi masuk ke gudang peternakan sapi. Idealnya peternakan sapi harus dekat dengan lokasi mina padi dan peternakan ikan. Dalam lingkungan ini ada perikanan, peternakan dan pertanian,” ucapnya.
Selama 30 menit, rombongan mengitari lahan pertanian produktif guna melihat hasil petani yang sudah dilakukan selama dua tahun ini.(ervan/priyanto)







