HARI PAHLAWAN 2022: Belajar dari Keikhlasan Subari

WhatsApp Image 2022 11 10 at 10.15.18

KIRAB MERAH PUTIH: Sejumlah peserta kirab berjalan di hadapan Gubernur, Wakil Gubernur, serta Forkopimda di Lapangan Pancasila, kawasan Simpanglima.(foto: teguh prasetyo)

SEMARANG – Di tengah-tengah penyampaian amanatnya, Gubernur Ganjar Pranowo memanggil Subari. Lelaki paruh baya itu lantas maju ke podium di tengah-tengah Lapangan Pancasila. Kepada peserta upacara, Gubernur ingin memperkenalkan Subari.  Subari adalah sosok dibalik pembangunan embung di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Dari awal penyampaian amanat upacara puncak peringatan Hari Pahlawan tingkat Jateng di Lapangan Pancasila, kompleks Kawasan Simpanglima, Kota Semarang, Gubernur menyebutkan satu nama. Subari.

Dari sosok itulah, ada pesan yang diambil yakni keikhlasan. Subari, kata Gubernur, dengan ikhlas melepas tanah seluas 1.800 m2 untuk dijadikan embung. Subari pun tidak meminta imbal balik apa pun dari pelepasan tanah miliknya.

“Keikhlasan menurut saya menjadi pas pada peringatan Hari Pahlawan . Di zaman milenial, ternyata masih ada nilai keikhlasan untuk kepentingan orang banyak. Pembangunan embung yang membutuhkan lahan, terkendala dengan pembebasan. Maka dengan keputusan Bapak Subari untuk melepas lahannya, menjadi pembelajaran berhaga bagi kita semua. Inilah semangat kepahlawan yang harus disemaikan kepada kita semua,” ucapnya.

Peringatan Hari Pahlawan diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng Stephanus Sukirno mewakili institusi hadir langsung. Jajaran Forkopimda dari kepolisian, TNI, sampai kejaksaan juga hadir. Pelajar sampai ormas kepemudaan juga turut terlihat. Dua siswa SMK 7 Semarang berkesempatan membacakan teks UUD 1945 dan pesan pahlawan mulai dari Soekarno, Moh Hatta, sampai Jenderal Besar Sudirman. Usai upacara dilakukan kirab bendera Merah Putih yang dibawakan pelajar SMA dan ormas kepemudaan.(amin/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.