JADI NARASUMBER : Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menjadi narasumber dalam Dialog 4 Pilar Kebangsaan di Surakarta.(foto: cahya dp)
SURAKARTA – DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar Dialog 4 Pilar Kebangsaan di Surakarta (19/11/2021) mengangkat tema “Penguatan Perbankan dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Kebangsaan”.
Dialog tersebut dilaksanakan dalam rangka komitmen program DPRD terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan agar lebih mengena kepada masyarakat. Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro, Dirut Ritel dan Bisnis Usaha Syariah Bank Jateng Irianto Harko, dan pengamat ekonomi dari FE UNS Mulyanto.

Dalam paparannya Sriyanto mengemukakan, peran perbankan dalam perekonomian sangat penting terlebih dalam masa pandemi ini.
“Kami cukup optimistis akan pertumbuhan ekonomi, begitu terkena pandemi terjadi penurunan ekonomi mencapai minus 2,8 persen, kami dari DPRD memotivasi eksekutif bahwa kita punya kekuatan di UMKM, pertanian, perikanan, dan perbankan. Inilah yang akan bisa memulihkan perekonomian,” terang Sriyanto.

Politikus Partai Gerindra tersebut menambahkan bahwa optimisme menumbuhkan perekonomian Jawa Tengah harus ada, sektor pendapatan akan dinaikkan dengan skala yang proporsional, di sinilah peran Bank Jateng yang mempunyai cabang di 35 kab/kota punya peranan dalam pemerataan ekonomi.
“Dalam penguatan perbankan sebagai dasar pemulihan ekonomi, tentunya perlu sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, dengan acuan akurasi data yang tepat, kita bisa genjot perbankan agar lebih dikenal masyarakat, Bank Jateng ke depan harus terus berbenah dan disempurnakan, dan harapan kami di era digitalisasi ini bank jateng bisa menyesuaikan” tutur Sriyanto.

Selanjutnya, Irianto menjelaskan, Bank Jateng sangat fokus dalam pembenahan ekonomi, mulai dari BUMD dan UMKM. Secara maksimal bank milik Pemprov Jateng itu akan fokus untuk pendapatan daerah baik kabupaten/kota ataupun provinsi.
“Kondisi saat ini semakin membaik, pembiayaan di bank jateng sudah mencapai target yang ditetapkan, termasuk pwmberian kredit UMKM dan kita juga memiliki unit layanan mikro” jelas Irianto.
Dari pengamat ekomoni Mulyanto mengungkapkan, bahwa keuangan dan perekonomian adalah hal tidak dapat dipisahkan. Serta menjadi dasar bahwa jika ekonomi kuat, negara juga akan kuat. Ada tren di Jawa Tengah ketika semua aktivitas ekomomi masyarakat mulai bergerak, ini menimbulkan optimisme yang tinggi dalam pembangunan bidang perbankan.
“Saya kira pandemi memberikan banyak pelajaran bagi kita, bagaimana kita bisa survive di saat pandemi ini, sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang wajib untuk bertahan, dan Bank Jateng sebagai banknya orang Jawa Tengah menjadi jembatan yang kokoh untuk menghubungkan antara kegiatan ekonomi dan aktivitas keuangan masyarakat daerah, tentunya dengan inovasi, kreasi, adaptif, dan kolaborasi,” tambah Mulyanto.(cahya/priyanto)








