Penagihan Pajak Daerah di Slawi Terkendala Minimnya SDM

SOAL PAJAK. Komisi C DPRD Provinsi Jateng bersama UPPD Kabupaten Tegal berdiskusi soal penerimaan pajak daerah, Senin (9/10/2023). (foto ariel noviandri)

SLAWI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalui Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) terus menggenjot pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak lainnya untuk meningkatkan angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti yang dilakukan UPPD Kabupaten Tegal, yang memiliki kegiatan Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat (Gadis Pantura).

Dihadapan Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Kepala UPPD Kabupaten Tegal Marjono menjelaskan pencapaian kegiatan Gadis Pantura hingga September 2023. Selain itu, ada pula penagihan secara door to door (D2D), Samsat Malam, Samsat CFD, pembayaran melalui aplikasi ‘New Sakpole, melalui BUMDes, dan kegiatan Operasi Zebra.

“Meski sudah banyak kegiatan untuk meningkatkan pendapatan dari pajak, namun masih ada kendala yang dihadapi, terutama keterbatasan SDM dalam penagihan pajak,” ungkapnya.

Menanggapinya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro mengaku apresiatif dengan kinerja UPPD Kabupaten Tegal. Soal kendala, ia mengakui persoalan minimnya SDM dalam hal penagihan pajak merupakan kendala ‘klise’ yang dialami setiap UPPD.

“Sebenarnya hal itu persoalan klise. Karena, ketersediaan SDM tersebut sangat mempengaruhi kinerja penagihan ke wajib pajak,” kata Sriyanto.

Senada, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Agung Budi Margono juga menilai penagihan melalui kegiatan D2D dibanding kegiatan lainnya seperti pembayaran melalui ‘New Sakpole’ atau melalui BUMDes. Ia berharap penagihan secara D2D lebih dioptimalkan.

“Dibanding dengan cara-cara lainnya, justru penagihan D2D lebih baik. Memang, masyarakat harus ditagih, dalam hal ini,” tegas Agung.

Data UPPD Kabupaten Tegal mencatat, dari beberapa pajak daerah, penerimaan PKB pada Januari hingga September 2022 tercapai Rp. 110,97 miliar atau 68,61% dari target Rp. 161,75 miliar. Sedangkan pada Januari hingga September 2023 tercapai Rp. 116,11 miliar atau 65,03% dari target Rp. 178,56 miliar. Dari angka diatas, pertumbuhannya sebesar 104%. (ariel/priyanto)