PERTEMUAN. Jajaran pansus bertemu dengan manajemen PT Semen Indonesia dIstributor PT SID. (foto choirul amin)
KLATEN – Guna mencari data dan masukan mengenai Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang Perubahan Bentuk Hukum PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah Panitia Khusus (Pansus) II berkunjung ke gudang milik PT Semen Indonesia Distributor (SID) di Klaten, Rabu (11/5/2022). Pansus menilai informasi tersebut penting untuk penguatan kelembagaan dan bidang bisnisnya.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Pansus Bambang Hariyanto menilai langkah awal dimulainya kerja sama ataupun kolaborasi antara PT SPJT dan PT SID. Karena, keduanya memiliki latar belakang yang relatif tidak jauh berbeda sehingga bisa lebih baik ke depannya.
“Dalam pembahasan tahap awal ini, kami bisa mendapat beberapa informasi yang cukup baik untuk tahap awal penguatan kelembagaan maupun titik fokus bidang usaha dari SPJT itu sendiri. PT SID bergerak di bidang distributor semen, sedangkan SPJT nanti akan fokus ke infrastruktur. Dengan demikian, antara kedua perusahaan tersebut ada satu benang merah. Sehingga, memungkinkan kedepannya bekerja sama ataupun kolaborasi di bidang pembangunan dan infrastruktur,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara, Anggota Pansus SPJT Mustolih mengatakan selama ini di Jawa Tengah belum terlihat manuver untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menggunakan produk dari PT. SID. Padahal kualitas juga tidak jauh beda dengan kompetitor lain.
“Menurut kami, perlu adanya pemberdayaan di Pemda setempat, ya setidaknya PT SID juga promosi sampai ke tingkat desa. Jadi tidak usaha jauh-jauh, toh produk yang lain kualitasnya hampir sama dengan SID ini. Dengan begitu, minimal ada potensi baru untuk mendongkrak perputaran perekonomian. Berhubung lokasinya ada di Jateng, kita juga harus memaksimalkan,” ujar Politikus PAN tersebut.

Selanjutnya, Direktur PT SPJT Widayat Joko Priyanto mengatakan langkah awal ini perlu penguatan kelembagaan internal. Kemudian dengan memilih untuk fokus pada business plan. Kemudian untuk pabrik atau gudang, perlu adanya kriteria khusus mengenai spesifikasinya.
“Dengan rencana demikian, nantinya perlu dibangun pembangunan untuk gudang logistik sebagai penyimpanan bahan baku maupun penyediaan stok semen itu sendiri, diharapkan hal tersebut bisa berkelanjutan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Manager PT SID Asad mengatakan ada banyak jenis usaha selain semen. “Produk kami beragam, selain semen, fiber, besi beton, gypsum dan lainnya, kemudian kami juga menyediakan jasa angkutan. Untuk pabrik ataupun gudang pasti ada kriteria khusus dan standarnya. Pada intinya apabila berjalan lancar, kami siap untuk berkolaborasi dengan Pemprov Jateng,” tutupnya.(amin/priyanto)








