• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Sabtu, 24 Januari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

Kunjungi Lampung, Pelajari Kontribusi PAD dari Agribisnis

27/02/2020
in BERITA, KOMISI C
Kunjungi Lampung, Pelajari Kontribusi PAD dari Agribisnis

TERIMA PLAKAT. (kiri-kanan) Sriyanto Saputro dan Asfirla Harisanto menyerahkan plakat sebagai cenderamata kepada Joko Santosa selaku Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, usai berdiskusi soal kontribusi agribisnis terhadap PAD Provinsi Lampung, Selasa (27/2/2020). (foto sunu andhy purwanto)

LAMPUNG – Sumber pendapatan di luar sektor pajak kendaraan menjadi topik utama saat Komisi C DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Kantor Setda Provinsi Lampung, Selasa (27/2/2020). Kunjungan ke ujung Pulau Sumatera itu dilakukan karena Provinsi Lampung dikenal sebagai penghasil dan pemasok kopi terbesar Indonesia maupun Dunia.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro Lampung juga memiliki lahan di beberapa kabupaten yang menjadi percontohan perkebunan kopi nasional. Lebih lanjut, Legislator Partai Gerindra itu mengemukakan Jateng yang berpenduduk 35 jutaan jiwa saat ini memiliki APBD sebesar Rp 28 triliun.

Dari jumlah itu, Rp 13 triliun diantaranya merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sekitar 80 persennya berasal dari pajak kendaraan bermotor. Oleh karena itu, Komisi C punya kewajiban menggenjot PAD dari sektor selain pajak tersebut.

“Nah, kami mohon informasi lebih detil dan tukar pikiran antara lain soal kopi agar dapat dikembangkan di Jateng kelak,” ujarnya, saat memimpin studi banding dan berdiskusi dengan Pemprov Lampung.

Menguatkan pernyataan itu, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Asfirla Harisanto menandaskan pendapatan yang saatnya dilipatgandakan adalah deviden hasil operasional BUMD.

Seperti PT Citra Mandiri Jateng (CMJT) yang antara lain bisnisnya budidaya dan pengolahan kopi, saat ini sedang menurun. Selain itu, di Jateng, hasil kebun yang dikelola BUMD selama ini kurang maksimal.

“Jadi, kami ingin belajar cara mengoptimalkan hasil kebun kopi dan lainnya seperi karet atau beras. Karena, Lampung juga dikenal sebagai lumbung beras Nasional,” ujar Politikus PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Nurul Hidayah menambahkan Jateng sendiri pernah menjadi penghasil kopi dengan sekitar 10 juta pohon. Namun, dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, baik jumlah pohonnya maupun produksinya.

“Kami juga ingin mengetahui bagaimana Lampung dapat memancing masyarakat menanam kopi, termasuk kepada banyak kalangan UMKM, sehingga (kopi) Lampung berkontribusi menjadikan Indonesia masuk nomor tiga produsen kopi Dunia,” tutur Anggota Fraksi PPP itu.

Menanggapi hal itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Plt. Asisten Administrasi Umum Minhairin mengakui Lampung dikenal sebagai ‘Bumi Agribisnis’ yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup besar dan melimpah. Baik di sektor pertanian, perkebunan maupun holtikultura.

“Jadi, tidak hanya kopi,” kata Minhairin.

Dikatakan, Lampung memang menjadi penghasil dan pemasok kopi di dalam negeri, selain lumbung padi untuk Jabodetabek, Sumsel dan Sumut. Untuk komoditas kopi, pada 2019 luas lahannya mencapai 156.876 hektare dengan produksi 110.570 ton jenis kopi robusta.

“Merupakan komoditas kebanggaan Lampung dan menjadi mata pencaharian petani, khususnya tersebar di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan dan Lampung Utara,” katanya bangga.

Namun, diakuinya sejak 2014 produksi kopi terus menurun dari 131.000 ton menjadi 104.716 ton. “Baru pada 2019 lalu meningkat lagi menjadi 110 ribu ton lebih,” jelas Minhairin.

Adapun kebijakan umum Pemprov Lampung dalam pengelolaan keuangan BUMD non Perbankan untuk meningkatkan dan melindungi masyarakat. Yakni, melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan yang tidak merugikan warganya.

Hasil optimalisasi pendapatan provinsi Lampung mengalami peningkatan yang proporsional dan menjadikannya sebagai penghasil padi (peringkat 7 Nasional), jagung (3 Nasional), ubikayu (1 Nasional), tebu (2 Nasional) juga kopi, lada, kakao, kelapa sawit dan karet. (sunu/ariel)

Previous Post

Setwan Bahas SDM & Pelayanan dalam Forum Perangkat Daerah

Next Post

Bantuan Keuangan Desa di Bali Rp 50 Juta/Desa

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Sinkronisasi Data & Alih Fungsi Lahan Jadi Catatan Kritis
BERITA

Sinkronisasi Data & Alih Fungsi Lahan Jadi Catatan Kritis

20/01/2026
Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng
BERITA

Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng

15/01/2026
Diapresiasi, Pelatihan Kerja Informal di Desa-desa Miskin Sragen 
BERITA

Diapresiasi, Pelatihan Kerja Informal di Desa-desa Miskin Sragen 

15/01/2026
Dimonitor, Kinerja Bank Jateng Cabang Purwodadi & Demak
BERITA

Dimonitor, Kinerja Bank Jateng Cabang Purwodadi & Demak

14/01/2026
Raperda Standarisasi Jalan Butuh Pengukuran Ulang Jalan Provinsi
BERITA

Raperda Standarisasi Jalan Butuh Pengukuran Ulang Jalan Provinsi

14/01/2026
Jamkrida Perlu Sasar Sektor Pangan
BERITA

Jamkrida Perlu Sasar Sektor Pangan

12/01/2026
Next Post
Bantuan Keuangan Desa di Bali Rp 50 Juta/Desa

Bantuan Keuangan Desa di Bali Rp 50 Juta/Desa

Banmus DPRD Kaltim Kunjungi Gedung Berlian

Banmus DPRD Kaltim Kunjungi Gedung Berlian

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah