KUNJUNGAN KERJA. Komisi D diterima Kepala Seksi SPAM Wilayah II A Ratria Anggraeni. DPRD kunjungan kerja ke Direktorat Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Kementerian PUPR di Jakarta, Kamis (29/8/2019).(Foto: Priyanto)
JAKARTA – Komisi D berupaya supaya desain umum dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen (Wososukas) bisa direvisi lebih khusus untuk Wonogiri.

Masalah itu mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi D ke Direktorat Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Kamis (29/8/2019). Dalam kunjungan itu Komisi D diterima Kepala Seksi SPAM Wilayah II A Ratria Anggraeni.
Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso secara panjang lebar menjelaskan, dilihat dari kondisi riil lokasi hasil perencanaan SPAM tahun anggaran 2019 secara pemanfaatan jauh dari aspirasi masyarakat.
Ada dua daerah yang masuk dalam perencanaan SPAM 2019 yakni Kecamatan Selogiri dan Wonogiri Kota. Padahal dilihat dari sisi kemanfaatan SPAM untuk pengadaan air baku, semestinya daerah yang paling membutuhkan adalah Wonogiri bagian selatan karena tidak memiliki cadangan air.
Hadi lantas menyebutkan daerah Wonogiri selatan yang rawan kekeringan yakni Kecamatan Eromoko, Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro, Paranggupito, Wuryantoro dan Manyaran. Terlebih lagi daerah seperti Wuryantoro sangat dekat dengan sumber SPAM yakni Waduk Gajahmungkur. Karena faktor lokasi hanya bisa memandang namun tidak bisa memanfaatkan.
“Kami menyadari proses SPAM di Wososukas sudah berjalan. Studi kelayakan dan detail engineering design (DED) sudah selesai, sudah tentu revisi sulit dilakukan. Saya mengibaratkan kunjungan kami ke sini seperti nututi layangan pedot. Karena ini bagian dari ikhtiar kami, siapa tahu ada revisi desain dan benar-benar SPAM bisa untuk Wonogiri bagian selatan. Dengan demikian masalah kekeringan bisa teratasi,” ucapnya.

Menanggapi masalah itu, Ratri menegaskan, revisi desain sudah tidak bisa dilakukan. Proses yang dimulai sejak 2011 dari penandatanganan kerja sama, sampai terakhir dengan terselesaikannya studi kelayakan dan DED untuk data SPAM di Wososukas sudah masuk ke Bappenas.
“Pekerjaannya akan dimulai 2020-2022. Masuknya dua kecamatan itu (kota dan Selogiri) merupakan hasil kajian konsultasi bersama pemda setempat bersama PDAM. Masukan dari DPRD Jateng akan coba kami jadikan bahan agar SPAM selanjutnya bisa masuk ke Wonogiri selatan,” ucap dia.(priyanto/ariel)








