KAMPUNG WISATA. Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kampung Wisata Purbayan, Kota Gede Bantul, Senin (29/4/2024), terkait pengelolaan cagar budaya. (foto dewi kembangarum)
YOGYAKARTA – Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Senin (29/4/2024), berkesempatan mengunjungi Kampung Wisata Purbayan di Kapanewon Kotagede, Bantul. Kampung tersebut telah ditetapkan oleh Pemprov DIY sebagai Kawasan cagar budaya.
Anggota dewan tersebut melihat klaster-klaster yang masuk cagar budaya. Seperti pada daerah dalem, alon-alon, cokroyudan, mbumen. Tempat-tempat itu dulu merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram.
Ketua Komisi B Sarno menyatakan, pengelolaan kampung wisata ini patut mendapatkan contoh, terutama rumah-rumah yang masih terjaga keaslian bangunannya. Kampung Wisata Purbayan begitu tersohor terutama bagi penikmat sejarah.

“Seperti apa kebijakan yang ada disini, jadi bisa kami jadikan contoh dan terapkan desa wisata di Jawa Tengah, karena di sini mendapatkan sertifikat yang sudah berkembang tentunya sudah mendapatkan bantuan terus dari pemerintah,” ucap Sarno.
Menanggapi hal itu, Ketua Pokdarwis Kelurahan Purbayan, Nurcahyo Nugroho menjelaskan luas Kampung Purbayan cuma 32 km2. Rencana, kedepannya kemungkinan ada pengaturan sendiri di kampung ini, luasnya akan berkurang karena di Purbayan ini dulunya Kerajaan Mataram Islam, dan dulu ini namanya Kampung Alun-Alun.
“Yang paling dioptimalkan adalah napak tilas dari Mataram Islam. Ini dulunya gang rukunan, sebelumnya ini bukan jalan tapi bagian dari rumah. Kampung Wisata Purbayan fokus dengan desa wisatanya, kenapa kami kampung wisata, karena purbayan itu bagaimana wisatawan kita ajak memasuki kampung-kampung untuk melihat joglo yang murni Jawa dan ada yang bangunan asing belanda dan bangunan lain yang menjadi daya tarik wisata, dan di sini rata-rata masih Sertifikat Hak Milik,” jelasnya.

Selain itu, bangunan rumah murni jawa yang ada di kampung wisata purbayan biasanya sering untuk wisatawan mengabadikan momen bersama, dan rumah disini kebanyakan rumah pribadi, ada juga beberapa dimanfaatkan sebagai cafe.
Mendengar itu, Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menyarankan agar rumah-rumah yang ada di Kampung Wisata Purbayan bisa dijadikan homestay untuk para wisatawan. (dedek/ariel)








