FOTO BERSAMA : Jajaran Komisi E DPRD Jateng berfoto bersama dengan pihak Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman.(foto: ervan ramayudha)
SLEMAN – Inovasi pengembangan daerah yang dilakukan Kalurahan Condongcatur di Kapanewon (kecamatan) Depok, Sleman telah menjadikan daerah tersebut meraih juara pertama Kalurahan Inovatif 2024 tingkat Provinsi DIY.

Komisi E DPRD Jateng pada Selasa (22/10/2024) berkunjung ke tempat tersebut untuk berbagi konsep supaya dapat dicontohkan di Jateng. Pada kesempatan itu Sekretaris Badan Riset Inovasi Daera (Brida) Jateng Tri Yuni Atmojo turut hadir mendampingi Komisi E.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua Komisi E dr. Messy Widiastuti dan Sekretaris Zainuddin beserta anggota diterima Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji di ruang aula kalurahan.

Sejumlah anggota Komisi E melontarkan pertanyaan. Yohannes Winarto bertanya mengenai kemiskinan di Condongcatur. Harapannya dengan inovasi pengembangan masyarakat ternyata masih menyisakan angka kemiskinan pada warganya.
Ida Nurul Farida pun mempertanyakan perihal bantuan anggaran. Berhubung desa sudah menerima bantuan dana dari pusat apakah DPRD setempat masih bisa menggunakan dana aspirasinya untuk pembangunan desa.
Lurah Codongcatur Reno Candra Sangaji memaparkan, pihaknya telah memiliki 18 kelompok wanita tani, 33 kelompok bank sampah, kelompok ternak, forkom umkm, kelompok kesenian. Kalurahan Codongcatur juga memiliki Satu Data UMKM, Pelatihan Pemasaran dengan E-Commerce, Pembinaan Kunjungan Pabrik, Inkubasi bisnis RUANG 412, Pameran, Lansia Ekonomi Produktif.
Ada beberapa program unggulan yang juga kami miliki seperti Juss Apel (Jumat sehat, koordinasi dan apel). Senam rutin Jumat Sehat Keluarga, Rapat Selasa Kliwon.
Reno Candra Sangaji menambahkan, pihaknya turut memberikan hadiah untuk untuk pamong dan staf. Memiliki program Sulapan atau Studi Lanjut Pamong Kalurahan.
“Turut disalurkan bantuan pendidikan bagi pamong dan staf Kalurahan Condongcatur sudah ada sejak 2022. Jenjang kuliah D-3 Rp 2 juta, S-1 Rp 3 juta, S-2 Rp 5 juta, S-3 Rp 10 juta. Masih banyak program unggulan lagi,” jelasnya.
Bahkan ada keunggulan bidang kewilayahan seperti program tanggap siaga bencana. Tercatat ada 50 orang terdiri atas sukarelawan, tokoh masyarakat, linmas, kader dan karang taruna. Upaya konservasi sumber daya air seperti sumur peresapan air hujan, serta kewajiban memiliki biopori.
Kalurahan Condongcatur memiliki program Rp 40 juta per RW Batu Bata atau pembangunan terpadu pembangunan merata. Pendekatan bottom-up dalam perencanaan pembangunan terus ditingkatkan pelaksanaanya sesuai dengan era keterbukaan informasi dan partisipasi saat ini.
Pembangunan Rp 40 juta per RW pada tahun anggaran 2023 dengan diwujudkan pembangunan jalan 18 konblokisasi, 5 pengaspalan, 1 corblok, pembangunan 6 gedung sarpras padukuhan, 6 gedung sarpras rw, 1 gedung PAUD, 1 gapura, 1 gudang inventaris, 1 gapura makam dan pembuatan 10 drainase.
“Kalurahan Codongcatur pada 2023 menerima transfer dana desa sebesar Rp 1.919.468.000. Kalurahan codongcatur juga memiliki green kayen (destinasi wisata rintisan di ujung kulon Kapanewon Depok. menawarkan eksotisme alam berupa hutan sungai, adat dan kebudayaan, kerajinan dan industri menjad satu-kesatuan ).
Sampai saat ini, kasus kemiskinan di Condongcatur sudah berkurang. Masyarakatnya pun sudah bisa bergerak dengan modal yang sudah disiapkan.(ervan/priyanto)








