GEDUNG BERLIAN – Tahun 2020 dapat menjadi tahun terberat bagi masyarakat karena merebaknya Virus Corona (Covid-19). Semua sendi kehidupan bangsa sepanjang tahun ini terimbas virus tersebut, tak terkecuali berdampak pada kinerja kedewanan.
Seperti yang tampak di Gedung Berlian, DPRD Provinsi Jateng mengikuti kebijakan pusat untuk melakukan rasionalisasi dan merefocusing anggaran daerah. Tujuannya, menanggulangi sekaligus mempercepat penanganan Covid-19.

Menyikapi kondisi pandemi, Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto langsung meminta Anggota Dewan untuk memantau masing-masing daerah pemilihannya (dapil) bersama pemprov dalam percepatan penanganan Covid-19.
“Masing-masing Dewan harus membantu pemerintah daerah setempat dalam hal penindakan dan penanggulangan Corona. Jangan sampai rumah sakit menolak pasien yang terpapar Corona atau tidak. Supaya penanggulangan secara menyeluruh maka area-area seperti kantor milik Pemprov Jateng tidak terpakai harus dimaksimalkan digunakan untuk ruang isolasi. Kami juga berharap DPRD kabupaten/kota juga melakukan hal yang sama,” ucapnya, saat siaran pers di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020).

Dengan sikap tanggap, masing-masing Anggota Dewan terjun ke dapilnya membantu pemprov dalam penyaluran bantuan ‘Jogo Tonggo’, yang merupakan program percepatan penanganan Covid-19 dari Pemprov Jateng. Seperti dilakukan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman bersama Anggota DPRD dari Dapil 13 (Kabupaten Pekalongan, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan), yang menyerahkan bantuan Jogo Tonggo berupa alat pelindung diri (APD) ke tenaga medis di RSU Kajen, Senin (8/6/2020).

Tidak hanya menyalurkan ‘Jogo Tonggo’, DPRD juga memperhatikan sektor pariwisata & ekonomi kreatif (parekraf) yang anjlok akibat pandemi. Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan DPRD terus mendorong pemprov untuk ikut membantu peningkatan sektor parekraf.
“Dorongan itu harus terus diberikan agar sektor parekraf tetap bertumbuh sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” kata Ferry, usai menghadiri acara ‘Dukungan untuk Pekerja Parekraf Terdampak Covid-19 di Provinsi Jateng’ di Ruang Rapat Gubernur, Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020).

Untuk sektor pendidikan, sesuai instruksi Ketua DPRD, masing-masing Anggota Dewan menyiapkan beberapa titik internet (hotspot) guna memudahkan siswa melakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan mengenai mahalnya biaya internet untuk siswa.
“Tidak sedikit yang mengeluhkan kepada kami, kalau untuk pembelajaran jarak jauh perlu angaran lebih. Cepat sekali paket internetnya habis, belum lagi penggunaan yang terbatas. Semoga dengan adanya wifi gratis untuk pendidikan ini bisa bermanfaat,” harap Quatly, saat kunjungan dapil (kundapil) pada Agustus lalu.

Sementara, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng mempersilakan Anggota Dewan mengikuti swab test. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Heri Pudyatmoko mengaku sangat apresiatif dengan sikap para anggota yang tampak antusias menjalani pemeriksaan kesehatannya. Ia menilai medical check up itu sangat penting, mengingat di masa adaptasi kebiasaan baru (New Normal) ini kegiatan kedewanan terus berjalan dan selalu berhubungan dengan masyarakat di semua daerah di Provinsi Jateng.
“Saat ini, pemeriksaan kesehatan dilakukan satu tahun satu kali. Mungkin ke depan bisa setahun dua kali. Karena, seperti kita ketahui bersama, walaupun kondisi pandemi Covid-19, para anggota tetap menjalani aktifitas seperti biasanya. Selain itu juga untuk memonitor dan memastikan bahwa para anggota tetap sehat sehingga tes kesehatan seperti ini sangat penting,” kata Heri, Kamis (17/9/2020).

Sampai sekarang, persoalan Covid-19 tersebut belum kunjung usai dan belum dapat dipastikan virus itu bisa tertangani dengan baik. Untuk itu, APBD Provinsi Jateng 2021 masih memprioritaskan percepatan penanganan Covid-19.
“Penetapan APBD 2021 dilakukan terkait refocusing anggaran untuk penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 yang belum juga usai. Refocusing salah satunya juga diambil dari anggaran yang digunakan untuk peningkatan infrastruktur, ini sebagai cara menambah anggaran penanganan covid yang terus meluas lewat pengadaan APD ke beberapa titik zona merah di daerah. Sisa dari refocusing adalah digunakan untuk jaring pengaman sosial berupa bantuan ke wilayah terdampak dan warga yang kurang mampu,” terang Ketua DPRD.

Meski dilanda pandemi, DPRD Provinsi Jateng masih mampu menorehkan prestasi tingkat nasional. Ada 2 prestasi yang dicapai di penghujung tahun ini yakni penghargaan Nirwasita Tantra 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan pada Senin (21/12/2020) dan penghargaan LHKPN terbaik 2020 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam acara puncak Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada Selasa (22/12/2020).
“Saya berharap teman-teman (Anggota Dewan) bisa tertib melaporkan LHKPN karena DPRD Jateng sudah menandatangani pakta integritas dengan KPK,” pesan Ketua DPRD, usai menerima penghargaan di Gedung KPK. (ariel/priyanto)








