DPRD Pantau Listrik Murah di Banjarejo Blora

01 Kom D BLORA

LISTRIK MURAH. Komisi D DPRD Provinsi Jateng bersama warga saat memantau pelaksanaan Program Listrik Murah di Desa Banjarejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora, Selasa (1/9/2020). (foto evi rahmawati)

BLORA – Mimpi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Blora terwujud sudah. Saat ini, mereka bisa menikmati sambungan listrik murah melalui program bantuan sosial (bansos) dari Dinas ESDM Provinsi Jateng.

Kondisi itu terlihat saat Komisi D berkunjung ke Desa Banjarejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora, Selasa (1/9/2020). Saat bertemu dengan pihak Kecamatan Banjarejo, Hartini selaku Anggota Komisi D meminta perangkat desa dan kecamatan untuk lebih mencermati data warga tidak mampu di wilayahnya. Karena, menurut dia, sebagian besar database yang sudah masuk jumlahnya tidak valid.

“Data-data yang masuk itu sebagian ada yang sudah mampu, ada juga yang sudah meninggal, sehingga dari pihak desa maupun kecamatan harus jeli saat menyeleksi hal tersebut,” katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Banjarejo Moechammad Zaenuri mengatakan sasaran Program Listrik Murah tersebut untuk sudah sesuai target. “Apa yang dijelaskan Bu Hartini itu memang benar adanya. Namun, kami punya kriteria sendiri dimana salah satu kriteria untuk mendapatkan sambungan listrik murah adalah mereka yang rumahnya masih berlantai tanah dan tidak mempunyai pekerjaan tetap,” jelas Zaenuri.

Mbah Dandang, salah satu warga yang mendapatkan Program Listrik Murah, mengaku merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. “Kulo maturnuwun sampun diparingi listrik, sampun 15 dinten niki griyone kulo sampun padhang (saya terima kasih sudah dikasih sambungan listrik murah, sudah 15 hari ini rumah saya menjadi terang),” ungkap Mbah Dandang dalam logat jawanya.

Sebagai informasi, realisasi Program Listrik Murah itu tersebar di 35 kota dan kabupaten dengan rincian pada 2020 terpasang 15.000 unit, pada 2019 terpasang 14.250 unit, pada 2018 terpasang 4.754 unit, pada 2017 terpasang 6.163 unit, pada 2016 terpasang 1.075 unit, pada 2015 terpasang 1.000 unit sambungan, dan pada 2014 terpasang 100 unit sambungan listrik.

Program Sambungan Listrik Murah di Kabupaten Blora tersebut berasaal dari bansos Dinas ESDM Privinsi Jateng dengan menggratiskan biaya pemasangan dan menggratiskan biaya sampai pada Desember 2020. Demikian dijelaskan Agus, salah satu petugas PLN yang ikut hadir dalam pantauan Komisi D ke Desa Banjarejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. (evi/ariel)

Info Lainnya

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.