RAPAT KOORDINASI: Gubernur bersama Wakil Ketua DPRD Sukirman dan Ferry Wawan Cahyono memimpin rapat koordinasi terkait antisipasi kenaikan harga BBM.(foto: setyo herlambang)
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jateng tengah mengevaluasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terutama pada harga dan ketersediaan pangan. Hal tersebut menjadi pembahasan bersama dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, belum lama ini. Rapat dipimpin langsung Gubernur Ganjar Pranowo. Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman dan Ferry Wawan Cahyono turut mengikuti rapat tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sukirman lebih mendorong semua unsur instansi pemerintah meredam tingkat emosi masyarakat. Selain itu, pemerintah diminta selalu meninjau kebijakan politik yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Meredam lewat pengawalan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan penerima yang layak, dan terus mengawal meninjau semua kebijakan politik harus bisa memberikan dampak bagi masyarakat maka perlu hati-hati agar nantinya tidak langkah yang salah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Gubernur menyampaikan dalam penanganan dampak kenaikan BBM perlu ada koordinasi secara menyeluruh antarinstansi dan pemerintah kabupaten/ kota. “Kenaikan harga BBM sangat berdampak pada semua sektor perekonomian, maka perlu adanya koordinasi antar lembaga baik Pertamina sampai dengan Pemerintah Kabupaten Kota dan mengawal penyaluran subsidi dengan benar. Adanya potensi kerusuhan akibat dampak kenaikan perlu ditekan, maka kami menyarankan unsur Keamanan dan ketertiban mengkondisikan mahasiswa digerakan untuk mengawal penyaluran BBM bersubsidi,” kata dia.(tyo/priyanto)








