KEBUN SALAK. Bambang Eko Purnomo dalam rangkaian kegiatan ‘Dialog Proaktif’ di perkebunan salak Desa Cendana Kabupaten Banjarnegara, Selasa (17/5/2022). (foto soni dinata)
BANJARNEGARA – Jalan berliku dan menanjak menjadi rute pertama dalam rangkaian kegiatan ‘Dialog Proaktif’ yang dilakukan Bambang Eko Purnomo. Pada Selasa (17/5/2022) pagi, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu berniat untuk melihat-lihat perkebunan kopi di Desa Bedana Kalibening Kabupaten Banjarnegara.
Ia mengaku kagum dengan banyaknya biji kopi di perkebunan tersebut. Rasa senangnya tak berhenti disitu, dirinya langsung melanjutkan perjalanan ke perkebunan salak yang ada di Desa Cendana.

“Dalam pantauan ke kebun ini, saya berharap tetap ada pendampingan dari pemerintah agar produktifitasnya tidak menurun sekaligus para petani dapat memasarkannya,” harap Politikus Partai Demokrat itu.
Di Desa Cendana, ia didampingi Kepala Desa (Kades) setempat, Tusro. Dari penuturan kades, pembangunan di desanya sudah membaik karena aspirasi masyarakat sudah terserap seperti pembangunan talud di daerah rawan longsor.

“Aspirasi yang kami sampaikan ke DPRD sudah terserap sehingga pemerintah kini membangun talud di daerah yang rawan longsor,” kata Tusro.
Keesokannya, kegiatan dilanjutkan ke daerah tetangga yakni Kabupaten Kebumen, Rabu (18/5/2022). Di Desa Sidomoro, Bambang melihat kerajinan sabut kelapa oleh Karang Taruna ‘Dipta Yoga.’

Saat berbincang dengan Setiawan selaku Ketua Karang Taruna ‘Dipta Yoga,’ dipaparkan proses produksi, penjualan hingga pemasaran secara online. Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi selama ini yakni belum adanya alat pembuka sabut kelapa.
“Kami berharap DPRD bisa membantu kendala tersebut agar proses produksinya lebih cepat,” harap Setiawan.
Mendengarnya, ia mengaku sangat mendukung usaha yang digeluti kaum muda itu. Soal kendala sarana alat produksi, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait karena ada proses dan tahapan dalam pengucuran bantuan tersebut.
“Pada prinsipnya, kami mendukung usaha Karang Taruna karena mampu memberdayakan masyarakat setempat. Kami akan berkomunikasi dengan dinas terkait agar bantuan alat produksi dapat segera turun sehingga produksinya juga menjadi lancar,” ujarnya, yang langsung meninjau turunnya bantuan lampu solar cell untuk penerangan jalan Desa Sidomoro.

Dari situ, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Tanggulangin untuk menemui dan berbincang-bincang mengenai perkembangan kelompok petani garam. Sore harinya, ia menyempatkan untuk mendatangi penangkaran penyu di Pantai Kali Ratu.
“Kami berharap masyarakat juga peduli satwa salah satunya penyu di area konservasi ini. Karena, penyu merupakan hewan langka yang dimiliki Indonesia sehingga butuh perawatan ekstra,” katanya, sembari menaiki perahu motor untuk melihat tempat pelepasan tukik (bayi penyu) ke laut lepas. (cahyo/ariel)









