KUNJUNGI PETERNAK. Sri Marnyuni dalam rangkaian kegiatan ‘Dialog Proaktif’ di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (15/11/2022). (foto setyo herlambang)
KLATEN – Peternak usia kalangan muda terus meningkat pada setiap tahunnya sehingga perlu dorongan, baik dari segi finansial maupun lainnya. Dalam hal ini, Anggota DPRD Provinsi Jateng Sri Maryuni mengaku sangat mengapresiasi upaya peternak muda selama ini, sekaligus mendorong mereka untuk lebih maju dan berkembang.
Hal itu dikatakannya dalam rangkaian kegiatan Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jateng di Kabupaten Klaten, Selasa (15/11/2022). Mengawali kegiatan, Sri Marnyuni mendatangi Peternak Itik Polanharjo.

Di lokasi peternakan, ia mengatakan beternak alami memang sangat menguntungkan karena pakan yang dicari lebih natural dan bisa menekan pengeluaran biaya pakan. Namun, disisi lain ada kekhawatiran bila unggas tersebut sakit dan diharapkan tidak menular ke ternak sekitar areal tempat digembalakan.
“Menggembalakan ternak secara alami itu bisa menekan angka budget untuk pakan. Karena, pakan yang dicari tersebut sudah disediakan alam lewat pekarangan sawah didukung dengan kondisi sungai desa yang masih sangat bersih. Hasil telur itik dinilai juga masih sangat bagus. Namun, perlu adanya pengawasan instansi terkait untuk lebih mengawasi kesehatan unggas jenis itik apabila ada penyakit menular,” jelas Legislator PAN itu.
Dari Polanharjo Klaten, ia melanjutkan ke Peternak Kambing Pemuda Masjid dan Lele Dai Muda Mandiri di Kabupaten Sukoharjo. Disana, sangat dikenal dengan varietas jenis kambing dan lele cepat panen yang tetap terjaga kualitasnya.

Pengelola Ternak Mas Pen menjabarkan kandang kambing dan lele merupakan bentuk usulan aspirasi pada tahun lalu dan mulai dijalankan setahun belakangan. Dengan hasil kualitas baik, banyak rumah makan mulai mensuplai hasil ternak kambing Pemuda Masjid dan lele Dai Muda Mandiri tersebut.
“Jenis kambing yang dikembangbiakan adalah persilangan ras Jawarandu dan Boer sehingga dihasilkan kambing dengan kualitas tinggi dan cepat dipanen. Karena banyak pemuda yang beternak dan ingin hasil cepat, Jawarandu dan Boer menjadi solusi dan juga dikenal daging jenis cempe (kambing muda) dengan kualitas rasa yang enak. Adapun lele, dikembangbiakan secara organik sehingga menghasilkan kualitas daging tebal dan bergizi karena pakan yang digunakan juga organik,” terang Pen.
Menanggapinya, Sri Maryuni juga sangat mendorong kegiatan pertanian atau peternak dari kalangan muda karena sangat kreatif menggembangkan produk lokal. “Kami, sangat mensupport semua kegiatan pemuda lewat beternak. Dengan informasi yang mudah diakses, maka tidak heran hasil ternak memunculkan varietas baru dengan kualitas unggulan. Adanya kegiatan seperti ini sangat didukung para anggota legislatif karena sangat memberi manfaat bagi masyarakat terutama menggembangkan peternak generasi milenial,” jelasnya. (iyok/ariel)








