LIHAT KOLAM LELE: Anggota DPRD Jateng Abu Nafi melihat pengembangbiakan lele di Kecamatan Blora Kota.(foto: evi rahmawati)
BLORA – Sosok Abu Nafi bagi warga Blora tak asing lagi. Sebagai orang yang pernah menjadi wakil bupati, ke mana pun dua melangkah selalu saja ada warga yang menyapa. Ia pun tak pelit dalam beruluk salam. Hidup baginya harus dimaknai dengan sederhana, ora ngoyo.

Pada kegiatan Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah, Sabtu (22/10/2022), Abu Nafi mengenalkan kiprah dan dedikasinya kepada Blora. Ia yang kini menjadi anggota DPRD Jateng itu kerap menyalurkan program pemerintah melalui aspirasi politik yang diembannya.
Di Desa Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, ia mengenalkan kelompok masyarakat “Pringgading”yang membuat pakan lele atau dikenal dengan pellet. Semula kelompok tersebut membuat dengan cara manual. Tentunya hasilnya tak bisa optimal. Akhirnya, melalui penyaluran aspirasi, Abu Nafi dapat mendatangkan mesin pembuatan pelet. Setelah mendapat bantuan dari pemerintah ini sangatlah terbantu guna peningkatan produksi pakan lele.
“Sekarang ini Kelompok Ternak Lele Pringgading ini mampu menjual pakan yang mereka produksi ke berbagai wilayah di Blora,”ucapnya.

Bertemu dengan Ketua Kelompok Ternak Pringgading, Dani Ariwuryanto menyebutkan, sekarang ini pihaknya bukan sekadar mengelola ternak lele tetapi juga membina UMKM. Dengan pendampingan Abu Nafi, dia pun sangat berterima kasih dengan segala bantuan dan aspirasinya tersampaikan
“Tanpa adanya aspirasi bapak, mungkin kami akan kesulitan mendapatkannya (mesin). Kami sangat terbantu karena kami mampu meningkatkn produksi pakan. Produksi pakan lele mampu menghasilakn sekitar 50 kg per jam,”ucapnya.
Abu Nafi sekarang ini duduk di Komisi B berangkat dari Dapil V melalui Fraksi PPP. Kesehariannya dia bertempat tinggal di Blora. Di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, dia menyempatkan berolahraga di mana pun berada. Alasannnya pun sederhana, demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dalam kegiatan itu pun ia selalu ditemani istri tercinta, Sulasmini.

Bahkan untuk ke Kota Semarang, terutama saat ke Kantor DPRD Jateng, ia selalu mengendarai mobilnya sendiri. Di usia yang sudah sudah lebih dari setengah abad itu, ia tak mudah capek atau letih.
“Pikiran dan tubuh kita harus dijaga dengan seimbang. Kalau nyopir sendiri, tetap awas. Kalau capek, ya istirahat sebentar,”selorohnya. Sampai sekarang ini, ia masih menjaga kekerabatan dengan kawan-kawanya dibawah naungan perkumpulan Maos atau manut obahing sikil. Kelompok itu ada sejak dia menjabat sebagai wakil bupati. Selalu berkumpul di Alun-alun Blora. Kegiatan diisi dengan sederhana seperti senam, joging, dan bersepeda.(evira/priyanto)








