TPST Regional Magelang Diharapkan Mampu Kelola Sampah Dua Daerah

WhatsApp Image 2024 08 01 at 10.33.34

PERTEMUAN : Jajaran Komisi D bertukar cendera mata dengan DLH Kota Magelang pada kunjungan kerja.(foto: dyana sulist)

MAGELANG – Komisi D DPRD Jateng bertemu dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang untuk mengetahui perkembangan dari pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Regional Magelang. Pembangunan TPST untuk menampung sampah domestikdari warga di Kota maupun Kabupaten Magelang.

Pada kunjungan itu, Rabu (31/7/2024), Wakil Ketua Komisi D Arifin Mustofa memimpin kunjungan tersebut dengan didampingi Ninik Damiyanti selaku Kepala Bidang Pengelola Sampah, Limbah B3 Kantor DLHK Jateng.

Makhmud Yunus selaku Kepala DLH Kota Magelang mengungkapkan bahwa TPST Regional Magelang akan dibangun pada lahan seluas 15,54 ha, berada di Desa Gandusari dan Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

“Rencana pembangunan fisik akan dilakukan pada 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertanggung jawab pada pengadaan tanah dan akses pendukung. Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya akan membangun jalan menuju TPST tersebut. Pada tahun 2026 sudah ditargetkan sudah dilakukan operasional TPST,” ujarnya.

Yunus menambahkan untuk saat ini Kota dan Kabupaten Magelang membutuhkan tempat pembuangan sampah yang baru. Untuk tempat yang lama yakni TPS Banyu Urip kondisinya sudah penuh. Karena itulah pembngunan TPST Regional Magelang yang baru sangat bermanfaat buat warga Magelang.

“Yang saya tahu tempat ini belum dibangun, tetapi area/lokasi TPS sudah ditentukan,untuk TPST Regional Magelang ini masih 1-2 tahun baru jadi. Kinerja pengelolaan sampah th 2023,” jelasnya.

Ninik Damiyanti dari Kantor DLHK Jateng menjelaskan, kebutuhan akan tempat pembuangan sampah yang baru sudah sangat dibutuhkan. Berhubung dua daerah ini membutuhkannya, maka Pemprov Jateng berencana membantu pembuatan TPST Regional Magelang yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.   

“Upaya yang diharapkan yaitu dengan merencanakan pembuangan sampah yang akan dikelola TPST Regional Magelang. Untuk Kota Magelang daya tampung sampah 85 ton per hari. Di Kab Magelang daya tampung 200 ton per hari. Jadi total pembuangan sampah ke TPST Regional Magelang 300 ton per hari,” ujar Ninik Damiyanti selaku Kepala Bidang Pengelola Sampah, Limbah B3..

Menaggapi hal itu Arifin mustofa mengungkapkan pihaknya mendukung pembangunan TPST Regional Magelang karena sangat bermanfaat buat warga. Harapannya sampah yang dibuang ke TPST itu masih bisa dipilah lagi menjadi sampah organic/non organik dan itu bisa menghasilkan uang.(mentari/priyanto)

Berita Terkait

  • Partisipasi Dikuatkan, Hindari Penguasaan Pemburu Rente

    SURAKARTA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir tidak ingin negara diurus oleh para pemburu rente atau keuntungan. Supaya hal itu tidak terjadi maka peran partisipasi masyarakat harus dikuatkan. Caranya dengan memperkuat kelembagaan atau organisasi maupun partai politik yang dimiliki negara.

  • Bagus, Partisipasi Pemilih di Pekalongan Meningkat

    KAJEN – Tingkat partisipasi pemilu di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi yaitu mencapai angka 70% dan di Kota Pekalongan mencapai 85%. Namun, data itu masih angka sementara karena baru 2 kecamatan yang sudah menyelesaikan rekapitulasi, dari total 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. 

  • PRIME TOPIC: Pembangunan Berwawasan Lingkungan

    SEMARANG – Isu lingkungan menjadi topik hangat dalam acara ‘Dialog bersama Parlemen Jateng, Prime Topic’ yang mengambil tema ‘Pembangunan Berwawasan Lingkungan’ di Hotel Gets Kota Semarang, Senin (25/11/2019). Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng selaku pembicara utama Hadi Santoso mengatakan selama ini kewenangan pemprov terhadap lingkungan masih minim.

  • Penerima Program RTLH di Dukuhturi Turut Disokong Warga Sekitar

    SLAWI – Komisi D DPRD Jateng melakukan pemantauan pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Rabu (3/7/2024). Rombongan disambut dengan hangat oleh warga penerima bantuan, saat mengunjungi rumah yang sudah berdiri kokoh itu. 

  • Bankeudes Harus Terdistribusi secara Merata

    WONOGIRI – Komisi A DPRD Provinsi Jateng berharap bantuan keuangan desa (bankeudes) dari pemerintah provinsi tetap fokus untuk pembangunan desa. Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi A, Muhammad Yunus, saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Jumat (19/8/2022).