SOSIALISASI NON-PERDA: Waspadai Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut

20221110144204 IMG

SOAL KESEHATAN. Kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto di Aula Kantor Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang, Kamis (10/11/2022), dengan tema ‘Waspada Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut.’ (foto soni con dinata)

SUMOWONO – Baru-baru ini, beredar obat sirup yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut. Dari kasus itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai obat tersebut karena sangat berbahaya.

Persoalan itu menjadi materi utama dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ yang digelar Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto di Aula Kantor Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang, Kamis (10/11/2022). Kegiatan sosialisasi itu diikuti perangkat desa setempat, tokoh & elemen masyarakat.

Narasumber yang dihadirkan yakni Sub Koordinator Kefarmasian & Perbekalan Kesehatan Dinkes Kabupaten Semarang Dian Rahayu dan Camat Sumowono Sukamdi. Dalam sambutannya, Sukamdi yang diwakilkan Sekretaris Camat Cholid Mawardi mengaku sangat mendukung kegiatan sosialisasi itu karena bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam hal ini, sosialisasi mengenai kewaspadaan terhadap obat sirup yang menimbulkan penyakit gagal ginjal akut dinilai sangat tepat. Karena, masyarakat bisa lebih memahami dan mengantisipasi obat-obatan yang berbahaya, khususnya buat anak-anak,” kata Cholid.

Sementara, Dian Rahayu menjelaskan obat sirup memang sering menjadi obat yang umum dikonsumsi anak-anak. Diakui, ada beberapa obat sirup yang kini diperiksa kandungannya dan belum boleh beredar di masyarakat. 

“Syukurnya, kasus gagal ginjal pada anak kini sudah menurun,” kata Dian.

Ia menyarankan masyarakat tetap teliti saat memberikan obat kepada anak. “Yang lebih aman, datang ke apotik dan tanya ke apoteker soal obat yang aman bagi anak-anak,” sarannya.

Sebagai informasi, Bambang Kusriyanto berhalangan hadir dalam kegiatan itu karena kondisi sakit. Saat kegiatan berlangsung, Bambang hadir secara virtual. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).