SOSIALISASI NON-PERDA: Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah

20220903213555 IMG

BAHAS PENDIDIKAN: Sejumlah narasumber membahas kurikulum baru di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.(foto: ganang faisol)

UNGARAN – Penerapan kurikulum merdeka bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini memiliki tujuan agar peserta didik lebih optimal mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam acara Sosialisasi Non-Perda dengan tema “Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Sekolah” baru baru ini, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Menurut Bambang program ini dapat menciptakan peserta didik yang lebih cerdas dan membantu menciptakan tujuan negara. “Saya rasa program ini cukup baik sehingga nantinya peserta didik dapat menjadi lebih kompeten di bidang yang ia minati dan mampu membantu mencerdaskan kehidupan bangsa.” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Gogo Widyatmoko menyoroti Kurikulum Merdeka ini muncul karena adanya kesenjangan pendidikan di berbagai daerah akibat pandemic Covid-19. Ia juga menyebutkan bahwa Kurikulum Merdeka ini bukan sebagai pengganti kurikulum lama

“Kurikulum merdeka ini bukan sebagai pengganti kurikulum yang lama akan tetapi sebagai penyempurna dari kurikulum terdahulu. Pada kurikulum ini lebih fokus terhadap minat dan bakat sehingga peserta didik lebih mampu memaksimalkan potensinya,” ucap Gogo.

Senada dengan itu, anggota DPRD Kabupaten Semarang Gunawan Tri Rahmadi mengatakan, ia mendukung kurikulum yang telah disediakan oleh pemerintah. Pihaknya juga memberikan saran bahwa anggota legislatif juga harus terjun ke lapangan untuk mengikuti program ini.

“Pada dasarnya saya mendukung program kurikulum merdeka untuk menciptakan generasi yang lebih baik kedepannya khususnya anak anak kita. Saya juga berharap anggota DPRD ikut dalam program ini seperti “program DPRD mengajar”, terang anggota Fraksi PDIP.(bintari/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).