SOSIALISASI NON-PERDA: Beragam Oleh-Oleh Khas Kabupaten Semarang

IMG 20220915 WA0029

JADI NARASUMBER. Sejumlah narasumber tengah mendiskusikan oleh-oleh khas Kabupaten Semarang di Kantor Kecamatan Sumowono. (foto ganang faisol)

UNGARAN – Pelaku UMKM diharapkan semakin giat memproduksi produknya guna meningkatkan roda perekonomian. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sini sehingga perlu dimaksimalkan dengan baik.

Hal ini diutarakan Bambang Kusriyanto dalam acara Sosialisasi Non Perda dengan tema ‘Identifikasi Produk Unggulan Oleh-Oleh Khas Kabupaten Semarang’ di Kantor Kecamatan Sumowono, Jumat (16/9/2022)

Ketua KNPI Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo mendukung produk oleh-oleh khas dari Kabupaten Semarang. Ia juga menyoroti jenis-jenis produk khas Kabupaten Semarang.

“Banyak sekali makanan makanan khas Kabupaten Semarang mulai dari makanan berat sampai makanan ringan. Saya ambil contoh salah satu yaitu tahu bakso. Banyak yang sudah tahu tahu bakso di Kab Semarang yang terkenal,” ucap Bagus.

Banyak ragam oleh-oleh dari Kabupaten Semarang. Dilansir dari Pemkab Semarang, untuk makanan selain tahu bakso Ungaran, ada juga tahu serasi Bandungan, torakur atau tomat rasa kurma, penganan egg roll, serabi Ngampin, sirup kopi Eva.

Eko Aryanto selaku Kepala Bidang Pertanian Peternakan & Pangan Kabupaten Semarang menekankan buah tangan tidak hanya makanan. Menurut dia banyak hal lain selain makanan yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Semarang.

“Selain makanan ada banyak juga produk yang dapat dijadikan oleh-oleh. Jadi, para masyarakat tidak terpaku dengan makanan sebagai oleh oleh untuk orang rumah,” kata Eko.

Bambang juga menegaskan produksi produk UMKM harus semakin meningkat dari hari ke hari. Ia berharap produk khas Sumowono semakin digemari dan dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Saya berharap teman teman lebih rajin memproduksi makanan khususnya oleh-oleh agar masyarakat tahu bahwa banyak produk unggulan disini,” tegas Ketua DPRD Provinsi Jateng itu. (rafdan/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).