Sinkronisasi Data & Alih Fungsi Lahan Jadi Catatan Kritis

IMG 20260121 WA0111

TERIMA LHP. Muhammad Saleh, didampingi Taj Yasin, menerima LHP di Kantor BPK Perwakilan Jateng, Selasa (20/1/2026). (foto boy priyanto)

SEMARANG – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah resmi menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Meski kebijakan pemprov dinilai sudah berada di jalur yang tepat, BPK memberikan sejumlah catatan krusial yang harus segera ditindaklanjuti.

​Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, menyampaikan bahwa pemeriksaan kinerja ini bertujuan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif. Ia menyoroti dua indikator utama yang memerlukan perbaikan mendesak.

​”Secara keseluruhan kebijakan sudah tepat. Namun, ada dua hal penting: pertama adalah sinkronisasi data pangan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/ kota, dan kedua terkait alih fungsi lahan,” ujar Ahmad Luthfi dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Ketahanan Pangan Pemprov Jateng Tahun Anggaran 2023, hingga Semester II Tahun Anggaran 2025, di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Selasa (20/1/2026).

​Ia menegaskan bahwa validitas data di lapangan adalah kunci utama. “Data yang dilaporkan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ketepatan data akan berimbas langsung pada kebijakan yang tepat sasaran,” tambahnya.

​Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Muhammad Saleh menyambut baik LHP tersebut dan menyebutnya memiliki makna strategis bagi fungsi pengawasan legislatif. Menurut dia temuan BPK akan menjadi dasar kuat bagi DPRD dalam melakukan evaluasi kebijakan dan penguatan fungsi anggaran.

​”Ketahanan pangan adalah isu fundamental yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ini bukan sekadar ketersediaan tapi juga soal keterjangkauan, kualitas, dan keberpihakan pada petani serta nelayan,” tegasnya.

​DPRD mendorong agar rekomendasi BPK tidak hanya diselesaikan secara administratif, melainkan menjadi pijakan penyusunan regulasi yang lebih adaptif di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global. “Kami akan mengawal tindak lanjut ini secara konstruktif untuk memastikan adanya perbaikan sistemik, bukan sekadar mencari kesalahan,” imbuhnya.

​Menanggapi hasil pemeriksaan tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyatakan komitmennya untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Ia mengakui bahwa isu alih fungsi lahan memang menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan pangan di Jawa Tengah.

​”Dari hasil pemeriksaan BPK, Pemprov akan segera menindaklanjuti. Terutama masalah alih fungsi lahan yang memang menjadi perhatian kita semua untuk dijaga agar produktivitas pangan tetap stabil,” pungkas Wagub. (boy/red.)

Berita Terkait

  • Media Lokal Harus Mampu Bertransformasi

    SEMARANG – Puluhan wartawan dan pegiat jurnalisme digital dari berbagai daerah di Jateng berkumpul dalam forum ‘Jateng Media Summit 2026.’ Selama dua hari, Rabu-Kamis (20-21/5/2026), di Hotel Khas, Kota Semarang, mereka berdiskusi dan merumuskan roadmap atau peta jalan media lokal di tengah derasnya arus disrupsi digital dan gempuran media sosial.

  • Tata Kelola JEC Perkuat Data & Informasi dalam Draft Raperda PRPP

    YOGYAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memperkuat data dan informasi guna melengkapi pembahasan Raperda tentang Perubahan Status PT Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perseroda ke Jogjakarta Expo Center (JEC) Provinsi DIY, Jumat (6/11/2020). Disana, rombongan dewan diterima Kabid Pengelola Barang Milik Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DIY Adi Nugroho dan Kabid Bina Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Indarti Sri Untari Merdekawati.

  • Dewan Berharap Sektor Pariwisata Segera Pulih

    WONOGIRI – Waduk Gajah Mungkur dan beberapa kawasan objek wisata di Wonogiri turut berdampak penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis. Hal tersebut mengemuka dalam tinjauan Komisi B DPRD Jawa Tengah ke Taman Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, Rabu (7/10/2020).

  • MEDIA TRADISIONAL: Wayang Alang-Alang, Membumikan Budaya Lasem

    REMBANG – Suara gamelan mengalun, gerakan-gerakan wayang pun sudah dimulai. Pentas seni yang diawali nyanyian sinden menarik minat para masyarakat yang hadir dalam acara Media Tradisional : Melestarikan Seni Budaya Ke-Laseman dengan menampilkan Pagelaran Wayang Alang-Alang, Jumat (15/7/2022). Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz menjadi narasumber dalam acara itu